Kapolsek Mandau Kawal Pemakaman PDP Rapid Test Negatif Covid-19

Rabu, 15 April 2020 - 19:30:00 wib
Kapolsek Mandau Kawal Pemakaman PDP Rapid Test Negatif Covid-19

DURI, seputarriau.co – Kabar duka menyelimuti wilayah Duri, Satu dari dua pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Pandemi Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19) namu kategori Rapid Test negatif yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Mandau, Duri akhirnya dikebumikan, Rabu (15/4/2020) petang.

Adapun PDP yang lebih dulu dikebumikan ialah seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun, almarhumah dibawa ke taman pemakaman umum (TPU) di Jalan Pipa Air Bersih, Kecamatan Bathin Solapan, Duri menggunakan ambulan yang disediakan RSUD Mandau.

Kapolsek Mandau (Kompol) Arvin Hariyadi, S.IK, ikut langsung turun dalam prosesi pemakaman yang mengharukan itu.Ia beserta jajarannya hadir guna mendampingi tim medis yang menguburkan almarhumah.

“Kita dapat kabar duka, setelah itu Direktur RSUD langsung koordinasi untuk melakukan pengawalan dan pendampingan selama proses pemakaman,” ungkap Kompol Arvin, saat dikonfirmasi.

Iring-iringan mobil patroli polisi dan ambulan pun menghentak keheningan senja di Kota Duri, almarhumah yang berstatus PDP itu tetap dikebumikan meski malam perlahan menjelma. Dengan sigapnya Jajaran kepolisian tampak bergegas melakukan pengawalan pemakaman yang dijaga ketat hingga beberapa pihak keluarga hanya dapat melihat proses pemakaman dari jarak sekian meter.

Di keheningan senja yang mulai menghampiri suasana, prosesi pemakaman itu tetap dilanjutkan. Menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, jenazah yang telah dimasukkan ke dalam sebuah peti perlahan diturunkan paramedis menggunakan untaian tali.

Beberapa petugas medis lainnya tampak melakukan tindakan sterilisasi, dengan menyemprotkan disinfektan di sekeliling ambulan hingga peti jenazah. Usai memakamkan almarhumah, paramedis yang menggunakan seragam tertutup itu tampak disterilisasi menggunakan cairan yang sama.

Saat ditemui anggota keluarga almarhumah yang ditinggalkan mengungkapkan bahwa PDP yang dimakamkan ialah seorang perempuan dengan riwayat penyakit yang salah satunya jantung yang telah lama diderita. 

Bahkan pihak keluarga menyangkal atas kepergian sang ibunda yang  terkait Covid-19 yang dihubungkan, meski demikian pemakaman dengan protap PDP tetap dilaksanakan.

Wajah sedih terlihat dari anak-anak almarhumah yang ditinggalkan.
"Kami ikhlas walaupun cara pemakamannya seperti ini karena harus mengikuti anjuran dan aturan dari pemerintah,namun begitu kami juga yakin bahwa ibunda kami tidak terkait Covid-19,"ungkap salah satu anak almarhumah dengan rasa sedih.

Dew