DURI, seputarriau.co – Guna memutus mata rantai Covid-19, Pelaksana Harian (Plh) Bupati, Bustami HY dan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bengkalis, Djoko EI menutup sementara seluruh Loket maupun Kios penjual tiket segala jenis angkutan umum yang beroperasi di Duri, Riau, Minggu (12/4/2020) siang.
Keduanya sepakat menutup sementara akses pemberangkatan dari masing-masing loket dan diminta untuk diarahkan menuju lapangan Sultan Syarif Kasim, Desa Tambusai Batang Dui, Kecamatan Bathin Solapan, Duri.
Djoko mengatakan, penutupan yang dimaksud bukanlah menghentikan aktifitas jual-beli tiket keberangkatan di loket yang ada di sepanjang jalan lintas Sumatera, Duri. Penutupan lebih dikhususkan untuk tidak memberangkatkan calon penumpang melalui loket dan diwajibkan mengarahkan keberangkatan penumpang melalui Posko Penanggulangan Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19).
“Jual-beli tiket tetal diperbolehkan, tapi untuk keberangkatan atau menurunkan penumpang tetap harus di areal Posko. Tujuannya, agar seluruh penumpang yang melintas bisa diperiksa kesehatannya. Jangan sampai ada penumpang yang membawa atau menularkan virus, itu yang kita cegah,” kata Djoko dalam peresmian posko itu.
Atas imbauan itu, lokasi yang merupakan bentang lapangan itu bakal ramai dengan aktifitas pemmeriksaan dan menaik-turunkan penumpang. Pukuhan tim gabungan pun bakal disiagakan selama 24 jam selama tujuh hari kerja.
“Pelaksanaanya mulai hari ini sampai pertengahan bulan Mei mendatang, jadi semua jenis angkutan penumpang bakal diperiksa jika melalui posko ini,” ucapnya.
Peresmian Posko itu sendiri dihadiri langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Bupati Bengkalis, Bustami HY. Danramil 04/Mandau, Kapt. Arh. H. Sitorus, Kapolsek Mandau, Kompol Arvin Hariyadi, S.IK beserta jajaran BPBD dan Satpol PP juga hadir dalam giat tersebut.
Saat dikonfirmasi, Bustami menjelaskan, para sopir transportasi Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) serta seluruh jenis travel pengantaran wajib memeriksakan seluruh kesehatan penumpangnya di posko tersebut.
Mengingat penyebaran Covid-19 kian cepat, maka pihaknya mewajibkan seluruh penumpang yang melintas ataupun tiba di Duri untuk terlebih dahulu memeriksakan kesehatannya di posko yang dijaga oleh tim gugus tugas meliputi unsur tenaga medis, jajaran Dishub, serta unsur TNI-Polri.
“Kita hanya bisa mencegah perluasan pandemi Coronavirus, jangan sampai kita (penumpang, red) yang membawa virus dan akhirnya menularkannya ke orang lain. Oleh karena itu pemeriksaan terhadap seluruh penumpang armada transportasi di bawah Organisasi Angkutan Darat (Organda) wajib dilakukan,” kata Bustami di hadapan tim gabungan, puluhan oenumoang dan para supir angkutan umum yang hadir dalam peresmian itu.
Senada, Kadishub Kabupaten Bengkalis, Djoko EI juga mewajibkan seluruh penumpang untuk kooperatif memeriksakan kesehatannya di posko itu. Meski tidak menuju ke Duri, seluruh penumpang dengan berbagai tujuan tetap akan diperiksa kesehatannya.
“Kami harap para penumpang tetap kooperatif, inibdemi percepatan penanggulangan Coronavirus dan memutus mata rantai oenularan wabah itu,” tambah Djoko.
Pantauan di lokasi, belasan minibus dari penyedia layanan perjalanan antar-jemput, beberapa microbus berkapasitas lebih dari 10 penumpang, hingga bus besar dengan kapasitas lebih dari 30 penumpang tampak disetop personel Dishub untuk selanjutnya dilakukan pemmeriksaan kesehatan terhadap supir, kernet dan seluruh penumpang.
“Saya kaget, kirain ada apa. Ah ternyata di cek kesehatan, katanya gara-gara Covid-19,” ungkap Adrian, seorang penumpang Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) asal Pulau Jawa menuju Medan.
Puluhan penumpang lainnya juga diperiksa kesehatannya oleh paramedis dari Dinas Kesehatan dan UPT Puskesmas Balai Makam, Duri. Menggunakan Thermo Laser Gun, kening puluhan penumpang tampak disorot untuk mendeteksi suhu tubuhnya.
Djoko menyebut, jika terdapat penumpang yang suhu tubuhnya diatas 37°C maka tim medis wajib memeriksakan kesehatan penumpang yang bersangkutan ke Rumah Sakit rujukan Covid-19, yakni RSUD Mandau di jalan Stadion.
“Intinya sistem kita rotasi, operasional 24 jam. Petugas posko akan kita bagi dalam dua sift atau rotasi jam kerja, jika nanti ada suhu tubuh penumpang diatas 37 derajad, paramedis di posko ini wajib menindaklanjuti. Intinya harus efektif dalam menanggulangi Pandemi Corona,” pungkas Djoko.
Dew