KAMPAR, seputarriau.co - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kampar melaksanakan kegiatan kaporitasi terhadap sumur-sumur warga yang terdampak terhadap banjir sejak Senin (25/01/2015). Ini merupakan antisipasi terhadap gejala diare dan demam berdarah dan juga penyakit lainnya. Kegiatan ini dilakukan dengan menyisir seluruh desa yang ada di Kabupaten Kampar hingga beberapa hari kedepan.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PMI Kampar, Drs. H. Zulher, MS di Desa Kecamatan Kampar Utara. Zulher mengatakan, kondisi banjir saat ini sudah surut, tetapi efek dari banjir tersebut masih dirasakan oleh warga, terutama dari timbulnya beberapa penyakit. Untuk itu dilakukan kaporitisasi agar air sumur sebagai sumber air minum bagi warga tidak mengandung kuman dan penyakit.
"Melakukan kaporitisasi merupakan hal yang sangat penting kami lakuka, agar masyarakat tidak terkena penyakit DBD, gatal-gatal, atau penyakit kulit lainnya. Dimana air sumur merupakan sumber kebutuhan air rumah tangga baik makan,minum, cuci, mandi, dan kakus. Jika tidak dilakukan kaporitisasi tentu nantinya mempermudah masyarakat untuk terkena penyakit," ujar Zulher.
Untuk melakukan kegiatan kaporitisasi ini, PMI Kampar membagi dalam dua tim yaitu tim pertama dipimpin langsung oleh Zulher dan yang kedua Kepala Markas PMI Kampar Misrahayati, yang melakukan pengobatan gratis di Kampar Kiri Hulu.
Zulher sendiri telah menyisir seluruh desa yang berada di Kecamatan Kampar Utara, Rumbio Jaya dan Gunung Sahilan. Dia menyebutkan sebagian sumur warga di kecamatan tersebut telah mereka berikan kaporit, namun sebagian lain akan dilaksanakan dalam beberapa hari kedepannya.
Karena hampir seluruh desa di Kampar kena banjir, maka masih banyak daerah yang belum tersentuh oleh program PMI Kampar ini. Jadi jika ada warga yang merasa sumurnya perlu dilakukan kaporitisasi, silahkan hubungi PMI Kampar baik melalui pengurus kabupaten maupun PMI Cabang kecamatan," ujarnya.
Terakhir Zulher mengimbau kepada warga berhati-hati menggunakan air sumurnya agar tidak terkena penyakit pasca banjir.
(IS)