PEKANBARU, seputarriau.co - dr. Ari Diansyah, Sp.A, M.Biomed (Dokter Spesialis Anak* red) Paparkan Seminar Keilmuan Kesehatan tentang Dampak Bahaya Asap Terhadap Kesehatan Anak. Anak sangat rentan terhadap Partikel yang ada didalam asap.
Komponen asap Karhutlah terdiri atas gas, partikulat dan uap. Masing-masing dari komponen asap tersebut tentu memiliki dampak terhadap kesehatan.
Menurut dr Ari Diansyah, ” Anak yang terkena Kabut Asap akan mengalami Penurunan IQ jika terlalu lama terpapar dari polusi asap kebakaran, Gampang stres, mengakibatkan anak menjadi gelisah dan Membuatnya Tidak Nyaman", Ungkapnya.
"Selain Itu Pajanan asap terlalu lama juga akan menimbulkan kanker Kulit, terutama kepada anak-anak dan balita, karena kulit mereka sangat sensitif", papar dr Ari Diansyah Penyaji Pertama dalam seminar
Beliau juga mengajak orang tua yang memiliki anak agar tidak bermain diluar rumah, " Kondisi saat ini saya lebih menyarankan anak untuk tidak bermain keluar, cukup dalam rumah bermainnya dan rumah disarankan memiliki sterilisasi udara seperti ac, air purifier berfungsi untuk menjernihkan udara", ucapnya kepada peserta Seminar Haze.
Seminar Haze yang digelar bertema “Riau Haze Pollution Leading to the VIOLATION of fundamental human rights to life and health”dan Deklarasi Gerakan Riau Merdeka Asap ini digelar di Susiana Tabrani Convention Hall Pekanbaru, Jumat, (13/9).
Turut Hadir Pembicara kompeten Lainnya : Alfajri, S.Ip., MIA (Analisis gerakan Riau Merdeka Asap, PenelitiInternasional Dampak Asap Provinsi Riau), Dr. dr. Syamsul Bahri, Sp.OG (Dokter Spesialis Obgyn), dr. Feriandri Utomo, M.Biomed (Ketua Gerakan Riau Merdeka Asap) dan Dr. dr Susiana Tabrani, M.Pd (Praktisi Pendidikan) sebagai Narasumber dalam Seminar Tersebut.
Hal lain disampaikan oleh Ketua Gerakan Riau Merdeka Asap, Feriandri Utomo, " Bencana asap ini sangat merugikan, mulai dari penyakit yang akan didapat akibat terpapar asap, sampai tidak bisanya beraktifitas dan lumpuhnya pendidikan akibat diliburkan karena kabut asap, bencana asap memiliki efek buruk di masa depan, tidak hanya pengrusakan fisik seperti kesehatan, namun juga menimbulkan dampak nyata pada sisi sosial, pendidikan, ekonomi dan sektor lainnya", Terang Feriandri Utomo.
(MN)