DURI, seputarriau.co - Orang tua yang anaknya tampil sebagai pemenang O2SN cabang olahraga (Cabor) renang di Kecamatan Mandau ribut pada senin (01/07).
Keributan itu terjadi akibat surat sakti yang berisikan jawara di cabang renang harus di ulang, berjibaku lagi dengan utusan kecamatan lain serta pemegang posisi juara 2 dan 3.
Anehnya, kegiatan ini terungkap jika laga ulang dilaksanakan, untuk terlihat ramai atau meriah sebagaimana diungkapkan Zulpeni SPd. MPd.
Namun keberatan itu, dikeluhkan para orang tua bahkan Zulpeni yang tiba membawa surat sakti terdesak saat adu mulut dengan orang tua.
Panitia melakukan seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Kecamatan Mandau pada 4 dan 7 serta 11 termasuk 13 Februari 19 dalam upaya menjaring bibit.
Kegiatan berhasil melahirkan para perenang unggul untuk mewakili Kecamatan Mandau selanjutnya berlaga di tingkat O2SN Kabupaten Bengkalis.
Catatan singkat Andi Mulyono SPd sebagai ketua panitia, tercatat murid kelad IV SDN 10 Mandau, Lovely Quinsha juara I renang putri.
Perenang putra, di raih oleh Eben Simanjuntak murid asal SDS Santo Yosef Duri, kemenangan keduanya telah disaksikan Ketua K3S Rayon I Mandau, Mukmin SPd serta K3S SD Kecamatan Mandau, Alzimri MSi.
Kegiatan yang dipusatkan di Stafan Water Boom di Jalan Stadion, Air Jamban, Mandau bermuara penolakan tanding ulang.
Kisruh yang mengharuskan turun Korwilcam Drs Nasrizal dan Idrus SPd MPd sebagai wakil dinas juga dianggap dianggap tanpa taji
"Ada apa ya, kok anak yang sudah juara I baik putra dan putri di Mandau harus berlaga lagi dengan tanding ulang. Ini panitia terkesan ngawur," ujar orang tua anak berapi-api minta tak disebutkan namanya.
Hingga berita diturunkan, persoalan terpending hingga lahir kata sepakat menunggu petunjuk baru dari dinas.
(DW)