PEKANBARU, seputarriau.co - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Direktorat Binaan Khusus dan Layanan Khusus didukung KOREM 031/Wira Bima Pekanbaru, melaksanakan sosialisasi "Sistem Sekolah Aman Asap", yang bekerjasama dengan Rumah Pandai Terang Indonesia, Selasa (29/12).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Dr. H. Kamsol, dalam sambutannya mengatakan dengan adanya teknologi Sistem Sekolah Aman Asap tidak lagi mengganggu proses belajar mengajar seperti halnya yang terjadi ketika bencana asap sebelumnya.
"Untuk kedepannya kita berharap dengan adanya penemuan teknologi Sistem Sekolah Aman Asap ini saat kabut asap kembali terjadi, proses belajar mengajar tidak lagi terhenti dan tertinggal seperti kemarin, karena ketertinggalan pelajaran disekolah juga berpengaruh kepada para siswa/siswi," sambutnya.
Selain itu, Kamsol menilai untuk membuat teknologi Sistem Sekolah Aman Asap cukup sederhana dan murah sehinggah dana BOS yang selama ini ada bisa digunakan untuk membantu membuat teknologi Sistem Sekolah Aman Asap.
"Alat ini sangat murah dan sederhana, dan juga saat ini bisa dibuat sendiri, nanti ini akan kita sebarkan dan mengadakan rapat koordinasi dengan Dinas Kabupaten Kota, sehinggah Kabupaten Kota bisa juga mengantisipasi dan mensosialisasi dan ini bisa dibeli dengan dana BOS karena ini tidak begitu mahal," ujarnya.
Selain itu, sambutan juga disampaikan oleh Kanaya Tahita, pendiri Rumah Pandai Terang Indonesia, dalam sambutannya, "Kita berterimakasih kepada bapak Prof. Zelly Nurachman, beliau adalah salah satu guru besar Teknik Kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan beliau jugalah yang menemukan Sistem Sekolah Aman Asap ini," sambutnya.
Wanita yang juga berasal dari bumi Lancang Kuning ini, juga menjelaskan beberapa alat sederhana yang perlu dipersiapkan untuk membuat Teknologi yang rencananya akan digunakan di sekolah-sekolah yang terkena musibah kabut asap.
"Yang dibutuhkan itu seperti kawat, filter dafron, kipas angin, aquarium batu apung, lumut, thermometer dan hydrometer, list kayu/pipa kabel," sebutnya sambil menjelaskan video dokumentasi tutorial cara kerja Teknologi Sistem Sekolah Aman Asap.
Lanjutnya, "Sebelum disini kami juga sudah mensosialisasikan di beberapa daerah seperti palangkayara dan pulau pisau juga," katanya.
Ditambahnya lagi, "Selain itu, kedepannya juga akan ada training per Kabupaten, dan juga daerah-daerah yang lebih dekat dengan titk api," terangnya.
Disamping itu, Letnan Kolonel I Nyoman Parwata yang mewakili Korem 031/Wira Bima, juga menyampaikan bahwasanya teknologi Sistem Sekolah Aman Asap memberikan dampak yang positif bagi dunia pendidikan.
"Dengan adanya Sistem Sekolah Aman Asap ini sangat bagus untuk diterapkan diseluruh sekolah pekanbaru dan ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah kepada Masyarakat, mudah-mudahan acara yang diadakan hari ini bisa bermanfaat bagi kita dan anak-anak didik kita sehinggah di Riau ini tidak lagi terjadi hal yg serupa seperti bencana sebelumnya," pungkas Letkol.
Disamping itu, I Nyoman Parwata juga menjelaskan peran Korem dalam aksi sosial yang dilakukan yang bekerjasama dengan Rumah Pandai Terang Indonesia di beberapa Provinsi yang terkena bencana.
"Peran korem sendiri kitakan sekarang memfasilitasi kebetulan dari Rumah Pandai Terang Indonesia ini, jadi kebetulan selama ini kerjasamanya itu dengan TNI di lingkungan daerah-daerah bencana," jelasnya.
Lanjutnya, "Kerjasama ini juga sudah dimulai dari bencana sinabung, Kemudian ketika bencana asap di Kalimantan, bencana di Papua dan bencana longsor juga di beberapa daerah," lanjutnya.
Tambahnya lagi, "Rumah Pandai Terang Indonesia ini bukan hanya dimasalah pendidikan saja, tapi juga masalah sosial yang lainnya. Intinya adalah mereka memberikan penaggulangan terhadap dampak bencana," ucapnya.
Acara yang dilakukan di aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina, Kulim, Kelurahan Rejo Sari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau. Disambut antusias oleh seluruh guru-guru dan Kepala Sekolah yang berasal dari seluruh SD, SMP dan SMA yang ada di Kota Pekanbaru.
Sebelumnya, acara sosialisai ini sempat membuat penasaran sebagian besar undangan yang hadir dengan adanya teknologi Sistem Sekolah Aman Asap yang diusung Rumah Pandai Terang Indonesia.
Hoirul Efendi, Lurah Rejo Sari mengatakan sosialisasi yang dilakukan merupakan kegiatan positif, dan memberikan pengetahuan mengenai teknologi yang rencananya akan digunakan untuk mencegah kabut asap yang setiap tahunnya terjadi di Provinsi Riau.
"Ini adalah salah satu acara yang bagus, karena kita semua yang hadir saat ini ingin mengetahui seperti apa sekolah aman asap itu. Apakah sekolahnya nanti jika asap di tutup atau di kelas-kelas menggunakan AC, atau mungkin ada penemuan teknologi terbaru, yang bisa digunakan saat terjadinya kembali kabut asap seperti waktu itu," katanya kepada seputarriau.co.
Lanjutnya lagi, "Kita belum tahu persis apa yang aka ln disampaikan nanti, apa ada teknologi baru atau bagaimana," tuturnya.
"Saya sendiri dan rekan-rekan yang lain, yang hadir saat ini belum mengetahui seperti apa teknologi yang disampaikan, menurut kabar teknologi tersebut menggunakan alat atau gerakan yang bisa membatasi atau menghilangkan kebakaran lahan dan hutan, sehingga sekolah aman dari asap dan tidak diliburkan lagi," tutupnya.
(ATP)