Karhutla di Meranti, Dua Lokasi Masih Terbakar BPBD Bersama PT NSP Tetap Siaga

Ahad, 17 Februari 2019 - 14:30:50 wib
Karhutla di Meranti, Dua Lokasi Masih Terbakar BPBD Bersama PT NSP Tetap Siaga

SELATPANJANG, seputarriau.co  - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kepulauan Meranti, masih ada dua lokasi yang masih terbakar. Tim gabungan dari BPBD, TNI, kepolisian, perusahaan dan dibantu masyarakat setempat masih terus melakukan upaya pemadaman.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal saat dihubungi media ini Ahad (17/2/2019) pagi, mengatakan bahwa tim gabungan masih melakukan pemadaman api dua lokasi yang berbeda.

"Iya Tim kita masih berjibaku melakukan pemadaman. Dua lokasi itu yakni Desa Sei Gayung Kiri Kecamatan Rangsang dan Desa Lukun Kecamatan Tebingtinggi Timur,"ucapnya.

Selain itu,Kata Edy Lagi, akibat musim kemarau dan berangin tentu akan menghambat upaya pemadaman dilapangan.

"Selain sulitnya sumber air, akses juga menjadi kendala kita dilapangan karena susahnya untuk memobilisasi peralatan ke lokasi kebakaran,"beber Kalaksa BPBD Meranti.

Dikatakanya pula, meski demikian pihaknya tetap berupaya melakukan pemadaman dan pantang pulang sebelum api berhasil dipadamkan.

"Untuk di Lukun saja ada sekitar 50 personil yang stanby dan terus melakukan pemadaman disana, sementara di Gayung Kiri ada ratusan personil. Namun kita tetap melakukan penambahan personil," jelasnya.

Selanjutnya Kata Edy, penambahan personil sebanyak satu regu sekitar 12 orang, sementara dilokasi sudah stanby sekitar 150 personil di dua lokasi tersebut.

"Selain personil BPBD, TNI dan Polisi, kita juga dibantu personil dari perusahaan NSP dan SRL. Untuk NSP ada sekitar 27 orang dan SRL dibantu personil dari kampar," katanya.

Dijelaskanya lagi, Sudah seminggu tim gabungan dilapangan dan dua lokasi tersebut sangat sulit dilakukan pemadaman terutama karhutla yang berlokasi di Desa Gayung Kiri Kecamatan Rangsang.

"Kalau di Rangsang ini berhadapan dengan Selat Melaka jadi anginnya lebih kencang ditambah lagi cuaca yang ekstrim tentu apinya lebih cepat menyebar," ujarnya.

Hal senses juga dikatakan Pihak Humas PT NSP Budi Kepada media menyapaikan bahwa untuk areal masyarakat tanah runtuh desa lukun.

" Iya api bisa dikendalikan,untuk luasannya, pihak BPBD yang tahu," ungkapnya.


" Saat ini Tim BPBD di bantu PT NSP telah menurunkan 4 Unit Mesin Pompa diantaranya,3 Mesin Pompa Air Satu Mesin Robin untuk mengendalikan titik api di Desa Lukun," tutur Budi.

(azwin)