PEKANBARU, seputarriau.co - Aksi simpatik Masyarakat yang diwakili dari beberapa mahasiswa dan pemuda sakai mendapat restu dari Tokoh adat dimana Sesuai dengan surat LBH sakai dan surat kerapatan adat bathin sobanga maka dengan itu kami menuntut keras terhadap PT. Arara Abadi yang dimana dua lembaga besar suku sakai sudah dibohongi maka dari itu selaku anak cucu suku sakai menuntut keras atas perlakuan perlakuan perusahaan kapitalis. Aksi simpatik yang dilakanakan di Depan Gerbang Gubernur Riau dan kantor PT. Arara Abadi Dijalan Hasanudin Pekanbaru, Khamis ( 16/ 11/2017)
Melalui Kuasa Hukum dari bathin Sobanga dan aksi dari Mahasiswa dan Pemuda Sakai Menuntut PT. Arara Abadi :
1. Meminta PT. Arara Abadi keluar dari areal tanah Ulayat kami seluas 12000Ha yang sampai hari ini masih dikuasai oleh Perusahaan Perampok dan Penjajah.
2. Melarang dan Mengusir PT. Arara Abadi untuk melakukan aktifitas dan penumbangan akasia sebelum ada titik penyelesaian dengan masyarakat sakai.
3. Selama 20 tahun tanah ulayat kami dikuasai oleh PT. Arara Abadi kami merasa terganggu dan tidak kontribusi yang baik dan bahkan meluluh lantakan hutan kami yang sampai hari ini tidak bisa kami manfaatkan.
4. Kepada Gubernur Riau dan Bupati Bengkalis cabut izin prinsip PT. Arara abadi dan kembalikan tanah ulayat kepada kami.
5. PT. Arara Abadi harus ganti kerugian kami yang dimana hutan dan sungai kami habis diluluhlantakan.
6. kepada pemilik perusahaan saudara stenly, linda wijaya, teguh wijaya, wesly dwiputra dan mukhtar wijaya diduga selaku perampok dan penjajah diatas tanah ulayat suku sakai
7. Pemerintah Riau jangan lindungi perusahaan kapitalis, berpihaklah kepada masyarakat, apa bila gubernur riau dan bupati bengkalis tidak bisa menyelesaikan permasalahan masyarakat suku sakai dan PT. Arara Abadi maka kami akan duduki dua kantor pemerintahan tersebut karena kami menduga pemerintah pro terhadap perusahaan kapitalis.
Menurut Korlap Aksi, Andika Sakai Perusahaan Arara Abadi yang Munsupply kayu untuk PT. Indah Kiat Ingkar Janji dalam Pengembalian Tanah Ulat Melayu Sakai, " PT. Arara Abadi silahkan Keluar dari Areal Diatas Areal Tanah Ulayat Kami jika ini belem ada Penyelesaiannnya ", ungkap andika kepada seputarriau lewat Wa.
Aksi simpatik ini dilakukan di kantor PT. Arara Abadi di Jalan Hasanudin dan aksi Terakhir di depan Kantor Gubernur.
(MN)