PEKANBARU, seputarriau.co - Langkah antisipasi kebakaran lahan dan hutan (karlahut) perlu dilakukan sejak dini. Salah satu langkah yang efektif dilakukan adalah dengan memaksimalkan peran kanal bloking.
Poin ini menjadi perhatian karena kawasan gambut memang tidak terpisahkan dengan sistem hidrologi.Untuk itu, langkah lain yang dapat dilakukan adalah dengan Memaksimalkan peran kanal blocking. Langkah ini juga dinilai sangatefektif untuk membantu mengeliminir dampak terjadinya karhutla diRiau.
Pemerhati Lingkungan Riau Prof Adnan Kasri kepada pers di Pekanbaru, Minggu (14/5/2017) menilai, tujuan paling substansi dari kanal bloking itu adalah untuk menampung air. Secara akademis, kanal bloking ini memiliki Manfaat yang tidak hanya sebagai langkah antisipasi karhutla. Tetapi juga untuk mengantisipasi banjir, sebagai alat transportasi hasil perkebunan serta dapat menjaga keseimbangan ekosistem di sekitarnya.
Selain itu kanal bloking juga bisa untuk menyimpan air, sehingga air meresap, lahan senantiasa basah, dengan adanya kanal. Dengan diatur sedemikian rupa, lahan gambut akan tergenangi. Sehingga karhutla dapat diminimalisir.
"Selain itu sistem kerja kanal bloking nya juga dapat membatasi Pergerakan api. Sehingga karhutla yang terjadi tidak meluas. Manfaat lainnya adalah bisa untuk mengantisipasi banjir. Analoginya terlihat dari pengaturan pintu air untuk mengatur daya tampung agar tidak terjadi limpasan air dalam skala besar," urainya.
Langkah antisipasi tambah Adnan pasalnya kondisi cuaca yang fluktuatif menjadi ancaman tersendiri bagi daerah yang rawan peningkatan kasus karhutla. Untuk itu, beberapa strategi antisipasi harus dilakukan sejak dini dalam upaya penyelamatan lingkungan dan ekositem.
"Jadi untuk karhutla ini tidak bisa dipantau dari kantor. Itukan tim-timnya di lapangan kan sudah ada. Nah itu yang harus segera bertindak di lapanga. Mulai sekarang tim gerak cepat untuk penanganan Itu harus lebih meningkatkan pengawasan di lapangan. Sehingga hotspot yang terpantau dapat segera ditangan sebelum membesar," turunya lagi.
(MN/MCR)