Legislator Dumai Tampung Aspirasi Warga Dalam Reses

Senin, 20 Maret 2017 - 01:54:21 wib
Legislator Dumai Tampung Aspirasi Warga Dalam Reses
ilustrasi

DUMAI, seputarriau.co - Sejumlah persoalan terkait infrastruktur, pendidikan dan kesehatan disampaikan warga di Kelurahan Dumai Kota kepada Ketua DPRD Gusri Effendi dalam kegiatan reses di RT 10 Jalan Kamboja, akhir pekan lalu.
Diantara keluhan itu, misalnya, bantuan air bersih dari perusahaan, tersumbatnya drainase, rusaknya pintu air, persoalan surat tanah, jaminan kesehatan pemerintah, pembangunan pipa gas dan kondisi ruang belajar di SD Negeri 011 tidak layak.
Legislator dari PDIP ini menyebut persoalan terhentinya bantuan air bersih perusahaan untuk masyarakat akan dicarikan penyebab dan solusinya, karena air bersih memang jadi kebutuhan utama.
 
Kemudian, persoalan tersumbatnya drainase dan rusaknya pintu air, secepatnya akan dikoordinasikan kepada instansi pemerintah terkait agar dilakukan normalisasi.
"Semua aspirasi kita tampung dan diharap juga agar masyarakat tetap menjaga kebersihan di lingkungan, sedangkan untuk pintu air rusak sebaiknya diperbaiki jika masih bisa," kata Gusri.
Persoalan rehab rumah ibadah, penerangan jalan umum dan normalisasi drainase juga ditampung Wakil Ketua DPRD Dumai Idrus saat melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Sukajadi.
Politisi Gerindra ini menyebut, seluruh aspirasi warga akan ditampung dan selanjutnya disampaikan ke pimpinan untuk dijadikan skala prioritas usulan tahun anggaran 2018.
"Aspirasi ini akan kita kawal agar terealisasi tahun 2018 sebagai skala prioritas rencana kerja pembangunan," kata Idrus baru ini.
 
Dikatakan, berbagai aspirasi disampaikan warga misalnya, minta penerangan jalan umum, rehap musalla Nurul Huda di RT 03 Gang Tenggiri, dan bantuan keranda mayat serta penataan drainase dangkal dan tersumbat penyebab banjir di lingkungan masyarakat.
Selain itu, usulan rehab rumah ibadah musalla Al-Muthmainnah di RT 09 Gang Pusaka dan penyediaan sarana olahraga bagi warga sekitar serta agar parit dibuat sistem buka tutup.
"Mushala perlu direhab bagian plafon karena bocor, kemudian guna mengatasi perilaku kriminal di tingkat remaja agar diusulkan sarana olahraga dan perbaikan parit," kata seorang warga Devi Sastra.
(MN/MCR)