TUALANG, seputarriau.co - Jembatan Maredan yang dulu merupakan Icon nomor 1 di Kecamatan Tualang yang sekarang berubah menjadi tempat momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi masyarakat Kampung Maredan, seram juga menakutkan selain tempat ajang muda mudi untuk berbuat asusila Jembatan Maredan juga merupakan tempat strategis bagi para pelaku tindak kejahatan.
Suasana yang begitu gelap tanpa adanya penerangan lampu yang lama sudah tidak berfungsi Jembatan Maredan ini sekarang menjadi seram dan menakutkan bagi sebagian masyarakat dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dengan keadaan yang sangat gelap gulita seperti saat sekarang ini.
Dari pantauan jurnalis seputarriau.co dilokasi, dimana Jembatan Maredan selain digunakan tempat santainya sebagian keluarga dihari libur minggu sore, Jembatan Maredan hampir dilalui selama 24 jam oleh Truk Tronton Over kapasitas sehingga Jembatan mengalami getaran seakan- akan runtuh, tanpa adanya perhatian serta pengawasan dari pihak - pihak terkait untuk merawat dan menjaga agar Jembatan ini bermanfaat untuk jangka yang cukup lama. Dengan kondisi yang seperti saat sekarang ini tidak menutup kemungkinan suatu saat Jembatan Maredan ini akan ambruk ( runtuh*red ).( 21/17 )
Pemerintahan setempat terkait dengan keadaan Jembatan Maredan yang begitu gelap kurangnya perhatian untuk perbaikkan untuk kepentingan masyarakat. Sedangkan banyak Penguna jalan memanfaatkan Jembatan tersebut sebagai akses tercepat keseberang tanpa harus menaikki feri lagi yang selama ini telah mengalami kerusakan sebagian tiang lampu penerangan Jembatan pun sudah banyak yang tumbang.
Bahkan, bukan baru kali ini saja telah terjadinya tindak kriminal kejahatan melainkan telah terjadi beberapa kali yang pernah dialami oleh salah seorang pengajar ( guru*red ) harta benda yang dibawanya kala itu pun jadi sasaran para pelaku kejahatan.
Dengan kejadian beberapa hari lalu, kamis, ( 16/17 ), sekira pukul.23.30 Wib yang dialami oleh Dody ( 23 ) warga Kampung Maredan Kecamatan Tualang yang merupakan korban dari perampasan ( begal*red ) dengan tindak kekerasan. Pelaku yang berjumlah 5 orang ini menghujamkan korban dengan mengunakan balok kayu dan menusukkan sejata tajam ketubuh korban, korban yang tak berdaya sehingga mengalami pendarahan serius dan dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.( HRS )