DUMAI, seputarriau.co - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Pemukiman Kota Dumai Muhammad Nasir menyebutkan ruas jalan dalam kota masih banyak dalam kondisi rusak dan untuk perbaikan menyeluruh terkendala anggaran.
Ruas jalan mengalami kondisi rusak ini akibat terendam air hujan dan pasang air laut, ditambah lagi adanya aspal yang sudah 10 tahun belum pernah dilakukan peningkatan."Karena keuangan kita terus berkurang, maka untuk perbaikan sementara kita lakukan dengan pemeliharaan di ruas jalan yang berbahaya bagi pengendara," kata Nasir kepada pers baru ini.
Diakui dia, Dinas PUPR tahun 2017 ini mendapat alokasi anggaran daerah sekitar Rp100 miliar untuk peningkatan infrastruktur fisik, belanja pegawai dan operasional kantor.
Anggaran ini tentu saja tidak mencukupi kebutuhan dana untuk peningkatan infrastruktur daerah, namun PUPR tetap akan memprioritaskan perbaikan jalan yang rusak tersebut demi kepentingan publik."Peningkatan jalan tetap harus dilakukan, tapi secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah," sebutnya.
Kegiatan pemeliharaan ini sudah dilakukan pemerintah di sejumlah ruas jalan yang mendesak dibenahi untuk mengantisipasi kecelakaan dan kerusakan lebih parah, seperti di Jalan Budi Kemuliaan, Kelakap Tujuh, Baru dan lainnya.
Untuk peningkatan pada 2017 ini PUPR berencana melaksanakan di Jalan Sultan Syarif Kasim dan Jalan Hasanuddin dengan menggunakan anggaran daerah.Agar kondisi jalan terus terpelihara, PUPR juga akan melakukan normalisasi drainase dengan cara pengangkatan tumpukan sampah yang dapat menghambat saluran air.
Rencana normalisasi drainase ini diutamakan di empat ruas jalan utama, yaitu Jalan Jenderal Sudirman, Sultan Sarif Kasim, Hasanuddin dan Sukajadi, sementara jalan yang kecil dilakukan bertahap.