PEKANBARU, seputarriau.co - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, menggulung tiga orang 'jagoan' yang kerap melakukan Pungutan Liar (Pungli) terhadap mobil angkutan barang yang hilir mudik di Terminal AKAP, Kota Pekanbaru.
Tiga orang warga sipil berinisial MM, RS dan BA itu tak bisa berkutik ketika diringkus tim Saber (Sapu Bersih) Pungli dari Sub-direktorat I, Kriminal Umum Polda Riau, persis saat ngutip uang di area terminal AKAP, Minggu (8/1/2017) kemarin malam.
Dari tangan mereka, aparat berwajib menyita uang sebesar Rp44 ribu, serta karcis yang dipakai untuk pembayaran uang kutipan. Polisi menduga, aktivitas Pungli di terminal ini sudah berlangsung lama.
"Sasarannya seperti mobil barang yang datang dari luar kota melewati terminal dan atau masuk (parkir) di dalam terminal. Kita duga sudah lama aktivitasnya," ungkap Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Surawan, melalui Kasubdit I, AKBP Asep Iskandar.
Asep yang diwawancarai GoRiau.com (GoNews Group) di ruangannya, Senin (9/1/2017) siang melanjutkan, terbongkarnya aktivitas Pungli ini berawal dari banyaknya laporan yang masuk, bahwa banyak supir yang merasa diperas.
"Pengakuannya, mereka ini sudah ada kesepakatan dengan pengelola terminal. Bahkan tukang kutip yang kita amankan tersebut juga orang dalam (terminal, red). Polanya bagi hasil, ada persentase yang didapat dari tiap karcis," beber Asep.
Ketiga orang itu juga punya peran masing-masing, ada yang sebagai tukang pungut/kutip uang, sebagai koordinator hingga pengawas. "Jadi mobil yang masuk atau cuma melintas tetap dipungut uang. Itu bahkan pakai shift jaga," jelas dia kepada GoRiau.com (GoNews Group). ***