PEKANBARU, seputarriau.co – Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Provinsi Riau melakukan koordinasi lintas bidang guna mempersiapkan partisipasi pada ajang Festival Melayu Day 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Yalla, Thailand, pada 11–16 Februari 2026.
Koordinasi tersebut melibatkan Ketua DPD KSPSI Riau Nursal Tanjung, Ketua Event Organizer Kewirausahaan Koperasi UMKM SPSI Provinsi Riau Mimi, serta Koordinator Club Modeling dan Biduan SPSI Provinsi Riau Yuni. Pertemuan difokuskan pada kesiapan teknis, penguatan konsep penampilan, serta pemilihan delegasi yang akan membawa nama Riau di forum internasional.
Dalam festival tersebut, SPSI Riau direncanakan menurunkan empat pelaku UMKM, satu perwakilan modeling, dan tiga penyanyi. Delegasi ini akan memperkenalkan produk unggulan UMKM sekaligus menampilkan seni dan budaya Melayu Riau kepada peserta dan pengunjung dari berbagai negara.
Ketua DPD KSPSI Provinsi Riau, Nursal Tanjung, menyampaikan bahwa keikutsertaan ini merupakan bagian dari upaya memperluas ruang promosi bagi UMKM daerah agar tidak hanya berorientasi pada pasar lokal.
“Melalui ajang internasional ini, kami ingin mendorong pelaku UMKM Riau agar lebih percaya diri dan mampu bersaing di tingkat global. UMKM adalah tulang punggung ekonomi yang berangkat dari kekuatan keluarga,” kata Nursal.
Ia menilai Festival Melayu Day 2026 juga menjadi sarana strategis untuk mengenalkan potensi pariwisata dan kekayaan budaya Riau ke dunia internasional. Menurutnya, berbagai potensi daerah masih perlu dipromosikan secara berkelanjutan.
“Riau memiliki keunikan alam dan budaya, seperti Bono di Kampar dan beragam tradisi Melayu. Ini adalah modal penting untuk memperkenalkan identitas daerah ke kancah global,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua EO Kewirausahaan Koperasi UMKM SPSI Provinsi Riau, Mimi, menjelaskan bahwa persiapan peserta dilakukan melalui proses seleksi dan pendampingan agar produk yang ditampilkan memenuhi standar pameran internasional.
“Kami memastikan UMKM yang diberangkatkan telah melalui kurasi, baik dari segi kualitas produk, kemasan, maupun nilai budaya yang dibawa, sehingga mampu merepresentasikan identitas Riau,” jelas Mimi.
Ia menambahkan, keikutsertaan dalam Festival Melayu Day 2026 diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan memperluas jejaring usaha lintas negara bagi pelaku UMKM.
“Kegiatan ini bukan hanya soal tampil, tetapi juga membangun koneksi dan membuka akses pasar baru agar UMKM Riau dapat berkembang secara berkelanjutan,” tuturnya.
Nursal Tanjung menegaskan bahwa partisipasi SPSI Riau dalam ajang tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah dan semangat “Tak Kan Hilang Melayu di Bumi”, yang menempatkan adat dan budaya Melayu sebagai fondasi nilai, identitas, dan peradaban masyarakat Riau.