Pekanbaru, seputarriau.co- Dalam era demokrasi yang semakin maju, peran media massa sebagai pilar pengawasan publik menjadi semakin krisi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, merupakan salah satu program strategis nasional yang membutuhkan pengawasan ketat dari masyarakat dan media.
Badan Gizi Nasional (BGN) telah menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada tata kelola yang transparan dan pengawasan publik yang kuat. Oleh karena itu, LSM Palak-Watch mengajak seluruh insan pers di Riau untuk menjadikan Program MBG sebagai isu publik yang terus dipantau secara berkelanjutan.
"Program ini menyangkut masa depan anak-anak dan uang negara dalam jumlah besar. Wartawan wajib hadir untuk memastikan kualitas makanan, keterlibatan UMKM lokal, hingga transparansi pelaksanaan di setiap dapur MBG," tegas Ketua Umum LSM Palak-Watch, Nasir.
Dengan anggaran yang besar dan cakupan yang luas, Program MBG membutuhkan pengawasan yang ketat untuk mencegah potensi penyimpangan, praktik monopoli, maupun pengabaian terhadap pelaku usaha kecil. Wartawan memiliki peran penting dalam mengawal pelaksanaan MBG di lapangan dan memastikan bahwa program ini berjalan sesuai aturan dan benar-benar berpihak kepada rakyat.
"Kami tidak hanya membutuhkan pemberitaan seremonial, tetapi juga pemberitaan yang kritis dan objektif. Media bukan untuk menjatuhkan, tetapi memastikan program ini berjalan sesuai aturan dan benar-benar berpihak kepada rakyat," ujar Nasir.
Dengan keterlibatan aktif wartawan, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya sukses secara administratif, tetapi juga berkualitas secara substansi. Ketika media menjalankan fungsi kontrol sosial secara konsisten, MBG dapat menjadi program kebanggaan nasional menjamin gizi anak-anak, menggerakkan ekonomi rakyat, serta mencerminkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.