BENGKALIS, seputarriau.co - Isu salah seorang oknum Kelompok Kerja (Pokja) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bengkalis yang diduga menerima gratifikasi 1 unit mobil dari rekanan, akhirnya sampai juga ke telinga Bupati Bengkalis Amril Mukminin.
Terkait dengan isu tersebut, Bupati Bengkalis Amril Mukminin menyebutkan bahwa ia juga mendengar dan membaca informasi terkait gratifikasi 1 unit mobil yang diserahkan rekanan ke oknum pokja di ULP Bengkalis, dan menurut Amril dia akan mengecek sejauhmana kebenarannya, karena ini menyangkut reputasi seseorang.
“Saya baru mendengar kemaren, tapi ini perlu saya cek ulang. Kita tak boleh serta merta memvonis orang,” ucap Amril, Sabtu (11/6/2016).
Bupati menambahkan akan mempelajari dan menyelidiki terhadap isu-isu yang berkembang. Amril juga mengharapkan kepada awak media apabila mendapatkan informasi-informasi agar menyampaikan kepadanya.
“Ya, apabila ada informasi, tapi jangan yang negatif saja, yang positif juga tolong sampaikan pada kami,” harap Bupati.
Sementara itu pada Jum’at (10/6/2016) kemaren, Direktur Badan Pekerja Nasional Indonesian Corruptions Investigation (BPN-ICI) Provinsi Riau Darwis AK meminta Bupati Bengkalis menelusuri adanya dugaan gratifikasi 1 unit mobil ke oknum Pokja ULP Bengkalis.
Disampaikan Darwis yang juga mendapat informasi miring tersebut, penerimaan gratifikasi sebagai bentuk tindak pidana korupsi. “Meskipun isu, rasanya dugaan itu sudah lima puluh persen. Bupati seharusnya menelusuri. Kalau tidak ada angin tidak mungkin pokok (pohon) bergoyang, kalau tidak ada perbuatan tidak mungkin isu itu timbul,” tegas Darwis, Jum’at (10/6/2016).
Darwis berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis merubah pola kerja di ULP Bengkalis yang masih memberlakukan sistem lama. Jangan sampai gara-gara perbuatan oknum Pokja, imbasnya ke pimpinan ULP seperti tahun lalu.
“Kita tidak ingin, hal lama terulang lagi. Dugaan setor, terima hadiah, dan lain sebagainya. Bupati sudah komitmen membentuk pemerintahan yang bersih, kita harap isu gratifikasi itu ditelusuri,” harap Darwis AK
Di sisi lain, juga berkembang isu keterlibatan dan dominasi salah seorang keluarga Bupati Amril Mukminin yang berinisial R dalam mengatur setiap proyek. Bahkan, R yang PNS di Dinas Perhubungan yang jarang masuk kerja ini, tidak saja dominan dalam menentukan proyek-proyek berskala besar, melainkan juga terhadap proyek-proyek di desa-desa.
“Kalau itu sudah menjadi rahasia umum di Bengkalis ini. R itu sangat berkuasa melebihi Bupati,’’ ujar sumber koranriau.net di Bengkalis yang tak mau disebutkan namanya.
(MN/ KRN)