Duri, seputarriau.co - Beredar beberapa pucuk surat sakti soal permintaan keterangan dari Reskrim Polres Bengkalis, Polda Riau, kepada beberapa pengusaha galian C yang berada di wilayah Duri dan sekitarnya, sebagai terduga tindak pidana bidang pertambangan mineral, dan batubara.
Sontak hal tersebut menjadi polemik tersendiri di tengah masyarakat, khususnya pengusaha galian C.
Diduga Surat Perintah Tugas Penyelidikan Nomor: Sp-gas/132/V/Res.1.24/2025/Reskrim. Jo. Surat Nomor: B / 566 / V / Res.1.24 /2005 /Reskrim tersebut, hanyalah akal-akalan oknum penyidik Polres Bengkalis demi keuntungan pribadi saja.
Salah satu warga Duri, sebut saja D 41 tahun, Kamis (18/7) lalu menceritakan, dia mendengar, dan melihat beberapa pucuk surat dari pihak Reskrim Polres Bengkalis yang sedang dibicarakan beberapa pekerja dan pengusaha galian C. Di mana intinya, mereka menerima surat panggilan permintaan keterangan sebagai terduga tindak pidana bidang pertambangan mineral dan batubara, ternyata dibalik itu semua mereka diduga adanya unsur negosiasi puluhan juta rupiah.
"Rasanya sangat miris kita mendangarkan hal itu, bila benar para oknum-oknum penyidik Polres Bengkalis hanya akal-akalan saja untuk menggertak warga Duri demi keuntungan pribadinya, tentu kredibilitas reputasi instansi kepolisian dipertaruhkan, apalagi baru-baru ini juga masyarakat Duri dikejutkan dengan kecelakaan bocah, warga Desa Boncah Mahang Kecamatan Bathin Solapan Duri, MS 13 tahun salah satu siswi SMP yang tenggelam, dan meninggal Dunia di kolam pasir bekas galian C tersebut.
Mendapatkan informasi tersebut, sejumlah wartawan berusaha menelusuri untuk mencari tahu kebenaran surat dari oknum Reskrim Polres Bengkalis yang menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah warga Duri.
Dihubungi Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Bengkalis, IPDA Fachri Muhammad Mursid. S.Tr.K. melalui selulernya mengatakan, iya bang gmn, Abang posisi di mana, Nanti misscom, Oke besok saya ke duri bang, Kita jumpa aja ya bang kl mau konfirmasi, Gausah ke kasat dan kapolres lah bang, ke saya aja cukup, Oke bang besok jumpa ya bang.
Tapi, sudah berhari-hari di tunggu oleh sejumlah wartawan, dan hingga berita ini dirilis, dan diterbitkan untuk informasi publik, tapi yang dijanjikan oleh oknum Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bengkalis untuk wawancara langsung demi terpenuhi informasi publik belum bisa dilakukannya.
Namun saat di konfirmasi kepada Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan via WA terkait masalah ini pun tidak ada jawaban sama sekali
Dew/rls