SPSI Riau Apresiasi UNILAK Hadirkan Program Studi Sarjana K3

Selasa, 27 Mei 2025 - 22:59:26 wib
SPSI Riau Apresiasi UNILAK Hadirkan Program Studi Sarjana K3

PEKANBARU, seputarriau.co –Universitas Lancang Kuning (UNILÀ) Luncurkan Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)  di Gedung Perpustakaan Unilak, Pekanbaru  pada Hari Selasa (27/5/2025)

Peluncuran ini bersamaan dengan pelaksanaan seminar dan Focus Group Discussion (FGD) Keselamatan dan Kesehatan dan Kesehatan Kerja yang dihadiri dari berbagai kalangan dan Profesi sektor pendidikan, pemerintah, hingga dunia industri.

Rektor Unilak, Prof. Dr. Junaidi, S.S, M.Hum, menyampaikan bahwa Unilak telah membuka penerimaan mahasiswa baru untuk program ini, termasuk jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi para pekerja berpengalaman.

“Bagi mereka yang telah bekerja dan memiliki pengalaman relevan, masa studi bisa diselesaikan hanya dalam dua tahun. Ini bentuk komitmen kami terhadap pendidikan inklusif,” cakap Junaidi.

Ia juga menambahkan bahwa Unilak sedang menjalin kerja sama dengan lembaga pelatihan guna menghadirkan program pelatihan dan sertifikasi K3 di dalam kampus dengan dukungan teknologi pembelajaran jarak jauh.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau, H. Boby Rachmat, S.STP, M.Si, memberikan apresiasi atas inisiatif dan terobosan Unilak dalam Menghadirkan Jurusan Baru yang sangatdibutuhkan dalam Dunia kerja. Ia menekankan bahwa prinsip K3 relevan di berbagai sektor.

“Kesehatan dan keselamatan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, dan prinsip K3 harus diintegrasikan tidak hanya di industri, tetapi juga di dunia pendidikan dan kesehatan,” ujar Boby.

Ditempat yang sama Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K SPSI) Provinsi Riau, Nursal Tanjung, menyambut baik kehadiran program ini. Menurutnya, peluncuran Program Studi K3 merupakan langkah penting dalam meningkatkan perlindungan, profesionalisme, dan kesejahteraan para pekerja.

“Program ini tidak hanya menjawab kebutuhan industri, tapi juga memperkuat posisi pekerja dalam sistem ketenagakerjaan yang berkeadilan. Ini momentum penting untuk peningkatan kualitas SDM di Riau,” ujar Nursal.

Ia menegaskan pentingnya pelibatan serikat buruh dan pelaku industri dalam pengembangan kurikulum agar program benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. “Pendidikan K3 harus berbasis kebutuhan riil di lapangan. Kami siap mendukung dan memberikan masukan konstruktif untuk pengembangan kurikulum,” tegasnya

Hal senada disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr. H. Nopriadi, SKM, M.Kes. Ia menilai K3 sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia.

“K3 bukan beban, melainkan investasi penting untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Ini bentuk perlindungan terhadap aset paling berharga: manusia,” ucap Nopriadi.

Ia menambahkan bahwa pendidikan K3 memiliki peran strategis dalam meningkatkan daya saing industri di tingkat nasional maupun global, serta menjadi sarana peningkatan mutu SDM Indonesia.