KAMPAR, seputarriau.co - Sudah bertahun-tahun jalan Rusak di Dusun Perambahan, Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa tidak di perhatikan dan terkesan dibiarkan, Senin (13/01/25).
Jalanan berlobang yang hampir sepanjang 700-2000 meter tersebut merupakan akses utama masyarakat, menuju jalan usaha tani dan menjadi penghubung antara desa antar kecamatan, dari Koto Perambahan kecamatan Kampa menuju Desa Kuapan kecamatan Tambang melewati jembatan gantung.
Menurut warga yang berada ditepi jalan tersebut menyampaikan "Jalan ini pernah dilakukan perbaikan kalau tak salah tahun 2012, namun cuma di Aspal Lapen saja untuk pengerasan, kami lupa anggarannya dari mana itu, tak ada penyelesaian, dan lihatlah sekarang jalan makin hancur", Tuturnya di salah satu warung kopi tepi jalan tersebut.
"Jalan berlobang parah pak, bapak bawa mobil/ motor baru, hancur bertanggalan karna ini jalan, Musim hujan air tergenang pak, musim kemarau debu berterbangan", sambungnya.
Diantara menjadi Alasannya ;
1. Didiami sekitar lebih kurang 1.200 KK
2. Menghubungkan dua wilayah kecamatan
3. Akses jalan utama masyarakat sentra ekonomi dan menuju lahan pertanian warga
4. Berpotensi menjadi wilayah tumbuh pemukiman baru
5. Akses menuju tempat pemakaman umum
6. Terdapat Obyek Wisata viral Pulau Kosiok.
Tak heran, banyak sekali komentar masyarakat setempat yang mengatakan kalau pemerintah dan Anggota DPRD Terpilih tutup mata, masyarakat mengatakan kalau anggota dewan tersebut menganggap Desa ini sebagai Sapi Perahan saja, Habis manis Sepah di buang setelag meraup suara.
Menurut pantauan media, diantara banyaknya Anggota DPRD Kampar Dapil IV, Anggota DPRD Kampar 2 Periode Syafruddin Domo Alias Udin Domo dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi paling disorot masyarakat, selain udin domo ini di Komisi IV DPRD Kampar yang membidangi pembangunan, Beliau juga merupakan putra asli di desa Koto perambahan tersebut.
Menurut warga yang tak mau disebutkan namanya itu, Sudah kerap kali Udin Domo tersebut menyerap Aspirasi masyarakat Dusun Perambahan pada Reses tahunannya, Namun Nihil Hasil terhadap jalan tersebut.
"Udin Domo itu mendapat suara terbanyak di desa ini, didusun perambahan pun beliau mendapatkan suara yang banyak, beliau juga berada di Komisi IV bidang Pembangunan selama ini, kok terkesan tutup mata terhadap persoalan ini ?", Ucapnya.
Lebih lanjut Ia mengungkapkan kekecewaan terhadap Udin Domo tersebut karna sudah dinilai gagal dalam menjalankan amanah masyarakat sebagai anggota DPRD Kampar, "Jangan Anggap Kami Sapi Perahan habis manis sepah dibuang, " Tutupnya.
Namun diwaktu yang bersamaan, sampai berita ini diturunkan Syafruddin Domo tak menjawab whatsapp awak media dan belum bisa dikonfirmasi terkait perihal tersebut.
(mzi)