Pekanbaru, seputarriau.co-Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau Yayasan Univ Riau, Sabtu 23 Desember 2023, ambil Sumpah 13 Apoteker Baru lulusan TA 2023/2024 Bertempat di ruang Serbaguna Hotel Apha Jl. Harapan Raya Tangkerang Pekanbaru, 23 Desember 2023.
Ketua Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Apt. Ferdi Firmansyah, M.Farm yang juga ketua panitia pelaksana pengambilan Sumpah Apoteker Baru dalam laporannya mengatakan , bahwa Kegiatan perkuliahan profesi apoteker ini dimulai dengan matrikulasi, dilanjutkan perkuliahan teori selama 10 minggu, dan PKPA selama 26 minggu pada 5 lahan praktek yaitu apotek, PBF, dan puskesmas di daerah Riau, sementara untuk RS dan Industri tersebar di Sumatera dan Jawa. Sehingga total SKS untuk Teori dan Praktik berjumlah 37 SKS. Kemudian diadakan kuliah tamu, pengayaan dan tutorial, serta skill lab sebagai enrichment program mahasiswa dalam persiapan menghadapi Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Apoteker Indonesia (UKMPPAI) ungkap Ferdi.
"UKMPPAI terdiri dari 2 jenis yaitu metode CBT yang bersifat sumatif dan metode OSCE yang bersifat formatif. Periode ini merupakan periode dengan lulusan kedua untuk kegiatan UKMPPAI diambil alih oleh kemendikbudristek/ kementerian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi, dimana kelulusan apoteker dinyatakan dengan nilai batas lulus composit (NBL Composit) yang terdiri dari 60% IPK sarjana (S1) dan 40% hasil ujian CBT. Standar setting NBL murni adalah 55 dan NBL komposit 44,06 katanya.
"Berdasarkan data nasional, dari 56 pspa di indonesia dengan total mahasiswa yang mengikuti ujian Periode Oktober 2023 yaitu sebanyak 1944 orang, kelulusan nasional memiliki persentase 79,68%.
Kelulusan Apoteker STIFAR Riau melampaui Kelulusan Rata² Nasional".
Sementara persentase kelulusan stifar riau berada diatas persentase kelulusan nasional, yaitu 86,67% dan angka ini meningkat dibanding periode sebelumnya dengan persentase 82,67%.
"Pada periode lulusan semester ganjil TA 2023/2024 ini, STIFAR Riau meluluskan sebanyak 13 orang apoteker dengan rata-rata IPK adalah 3,73 dan dengan IPK tertinggi 3,89. Sehingga selama 4 tahun ini STIFAR Riau sudah meluluskan sebanyak 368 orang apoteker. Sebagai tambahan informasi, bahwa saat ini alumni apoteker stifar riau sudah tersebar di beberapa bidang pekerjaan kefarmasian, seperti RS, Puskesmas, Apotek, Dinas Kesehatan, PBF, BPOM, dan Industri, Tambah Ferdi.
Sementara itu, Ketua STIFAR Riau, Apt Enda Mora,M.Farm dalam sambutannya mengatakan, bahwa dengan diambil sumpah 13 Apoteker baru tersebut berarti pihak Stifar Riau sudah melaksanakan 9 kali penyumpahan.
Menurut Enda Mora , atas nama pimpinan beserta segenap dosen dan karyawan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, mengucapkan selamat kepada seluruh apoteker yang baru diambil sumpahnya, semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat kepada diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Kepada seluruh orang tua dan wali apoteker, kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang baik yang diberikan selama ini.
Dikatakannya, Sebagai perguruan tinggi farmasi yang berada di Propinsi Riau, STIFAR telah menunjukkan prestasi yang gemilang di tingkat Nasional dalam Uji Komptensi Apoteker Indonesia, sehingga mendapat kepercayaan luas dari masyarakat dan pemerintah. "Kepercayaan tersebut dibuktikan dengan peningkatan mutu lulusan dan jumlah persentase kelulusan yang tinggi serta tingginya minat calon mahasiswa melanjutkan studi keperguruan tinggi ini setiap tahun" tambah Enda.
Ditambahkan, untuk meningkatkan pelayanan pendidikan, STIFAR terus berupaya mengembangkan institusi dan memperbaiki mutu pendidikan. Penerimaan mahasiswa PSPA akan dilakukan setiap semester dengan daya tampung sebanyak 80 orang hingga 100 orang. Dengan demikian setiap lulusan Program Strata 1 STIFAR bisa melanjutkan Profesi Apoteker di kampusnya sendiri. Sumbangsih tenaga Kesehatan apoteker kepada Provinsi Riau dan Indonesia umumnya, semakin meningkat. Hal ini merupakan komitmen STIFAR Riau dalam membangun Kesehatan Indonesia. Peningkatan mutu pendidikan juga dilaksanakan melalui peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) baik dosen dan karyawan, pemenuhan sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang pendidikan, katanya.
"Saat ini masing-masing Prodi dan Institusi telah terakreditasi dengan nilai B dan untuk PSPA sendiri sudah terakreditasi dengan hasil baik sekali oleh LAMPT-KES dan BAN-PT. Untuk saat ini Alumni Program Studi Profesi sebanyak 396 orang dengan rincian 39 orang dari PSPA angkatan 1, 40 orang dari PSPA angkatan 2, 40 orang dari PSPA angkatan 3, 30 orang dari PSPA Angkatan 4, 58 orang dari PSPA angkatan 5, 53 orang dari PSPA angkatan 6 dan 61 orang dari PSPA angkatan 7, 62 orang dari PSPA Angkatan 8 dan 13 orang dari PSPA Angkatan IX. Alumni juga telah menyebar secara nasional, baik yang bekerja pada instansi pemerintah maupun swasta.
Kepada apoteker dan seluruh alumni ,Enda Mora, berpesan kiranya dapat terus meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan. "Berbuatlah yang terbaik di tempat saudara/i bekerja, peliharalah komunikasi, sikap sopan santun, serta jagalah nama baik almamater. Semoga Allah Subhanahuwataala selalu memberikan kekuatan dan petunjuk kepada kita semua. Akhirnya ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pengurus Yayasan Univ Riau atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan untuk kemajuan STIFAR. Apresiasi diberikan pula kepada semua pihak yang telah banyak membantu baik moril maupun finansial," kata Enda Mora.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, yang diwakili oeh Kabid Sumber Daya Kesehatan ( SDK) bu, Eli dalam sambutannya mengatakan bahwa, bagi lulusan Apoteker ini bukan sebuah pekerjaan yang mudah, karena gelar tersebut mengemban tanggungjawab yang cukup besar.
" Dengan Gelar profesi Apoteker sangat dimungkinkan memiliki akses yang cukup luas untuk berhubungan secara langsung dengan masyarakat. "Kemudahan akses tersebut diharapkan dapat digunakan semaksimal mungkin untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama pembangunan obat²an.Saudara bisa menjelaskan fungsi obat, cara pemakaian obat, efek samping obat, serta membantu menjaga per-resepan yang rasional.oleh karena itu tenaga Farmasi harus dapat ikut mengambil peran dalam upaya mengurangi ketidaktahuan masyarakat mengenai bahaya penyalagunaan obat, dengan cara memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat" tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Univ Riau, Prof.Dr. Thamrin,M.Sc yang diwakili Sekretaris Yayasan Univ Riau, Drs. Jasril,M.Si dalam sambutannya juga menyampai ucapan terimakasi kepada para dosen dan Staf administrasi yang telah sukses dalam mengemban tugasnya sebagai tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang tidak pernah mengenal lelah,sehingga dapat membuah hasil terhadap mahasiswa khususnya dibidang Apoteker yang siap mengabdikan dirinya sebagai tenaga Apoteker baik ditingkat provinsi maupun sebagai tenaga apoteker di tingkat Nasional katanya.
Kepala LLDIKTI Wilayah X yang diwakili Evrinaldi S.Sos (Ketua SPI LLLDIKTI wil X) dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung atas prestasi dan reputasi yang telah dicapai oleh STIFAR Riau, antara lain keberhasilan di bidang akademik yang saat ini nomor wahid di lingkungan Sumatera khusus bidang kefarmasian perguruan Tinggi Swasta dan nomor 10 se Indonesia diluar Perguruan Tinggi Negri, Katanya.
"Untuk itu, kami dari pihak LLDIKTI Wilayah X ini, tambah Evrinaldi , terus mendorong atas keberhasilan yang dicapai tersebut dan bahkan harus senantiasa ditingkatkan antara lain dengan meningkat program² akademik yang telah berjalan dengan baik, apalagi STIFAR Riau yang sudah mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk melaksanakan perkuliahan prodi S2 Apoteker," tambahnya.
(Jas/m.nsr)