Pelalawan, seputarriau.co - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Bangun Kampung Universitas Riau Kelurahan Sekijang 2023 mengadakan kegiatan sosialisasi stunting anak kepada warga kelurahan sekijang, kecamatan bandar seikijang, bertempat di Posyandu Puskesmas Bandar Seikijang, kamis (10/08/2023). Kegiatan Sosialisasi ini juga turut dihadiri oleh Bidan puskesmas dan beberapa perwakilan Ibu-ibu PKK kelurahan sekijang yang dilaksanakan pada pukul 09.00 - 11.00 WIB.
Dikutip dari peraturan presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badannya di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.
Menurut data kementerian kesehatan angka stunting yang ada di Indonesia berada diangka 21,6%, sedangkan data stunting yang ada di kabupaten Pelalawan sendiri yaitu 22%.
Kegiatan sosialisasi diadakan bersamaan dengan kegiatan rutin pemeriksaan kesehatan pada bayi usia 0-12 bulan oleh Bidan puskesmas. Setelah kegiatan pemeriksaan kesehatan selesai, salah satu mahasiswa KUKERTA UNRI mulai menjelaskan materi tentang stunting antara lain, pengertian stunting; penyebab stunting; ciri-ciri stunting; dampak stunting; serta pencegahannya melalui pemberian gizi yang seimbang, pemeriksaan secara berkala pada anak, dan pola asuh yang baik.
Mahasiswa/i KUKERTA UNRI juga membagikan brosur mengenai pencegahan stunting serta pemberian 75 cup bubur kacang hijau kepada ibu-ibu yang hadir dan membersamai kegiatan sosialisasi stunting dan pemeriksaan kesehatan rutin ini.
"Terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh Mahasiswa/i KUKERTA UNRI Kelurahan Sekijang. Harapan saya dengan adanya kegiatan sosialisasi stunting ini dapat menurunkan persentase stunting yang ada di kelurahan Sekijang" ujar ibu Idar selaku Bidan puskesmas kecamatan Bandar Seikijang.
Menurut dosen di Departemen Gizi Masyarakat IPB University Ali Khomsan, syarat MPASI yang baik adalah kaya gizi, bersih dan aman, mudah ditelan, disukai anak, dan mudah diakses. Kacang hijau dinilai memenuhi persyaratan tersebut untuk diberikan kepada anak. Pemberian bubur kacang hijau oleh kelompok KUKERTA UNRI Kel Sekijang dimaksudkan untuk perbaikan gizi dalam pencegahan stunting.