HIKMAH ‘PERISTIWA ISRA’ MI’RAJ YANG MENAKJUBKAN’

Ahad, 26 Maret 2023 - 10:04:45 wib
HIKMAH ‘PERISTIWA ISRA’ MI’RAJ YANG MENAKJUBKAN’

 

Pada 27 Rajab 1443, merupakan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw. Beliau adalah teladan umatnya, yang senantiasa cinta dan ingat kepada umatnya hingga akhir kehidupannya, bahkan dalam sakaratul mautnya masih ingat akan umatnya.  Secara ringkas dalam Isra Miraj ini Rasulullah Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem, Palestina. Setelah itu, Nabi Muhammad diperjalankan dari Masjidil Aqsa yang ada di bumi, lalu menuju langit ke tujuh kemudian ke Sidratul Muntaha. Dalam Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW mendapat perintah secara langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan shalat.

Pada dasarnya, Isra Mi'raj bukan hanya sekedar peristiwa yang memiliki makna kekayaan spiritual, akan tetapi begitu dalam dengan pesan-pesan kehidupan untuk mendorong dan mengembangkan peradaban umat manusia. Peradaban yang tentunya akan mengedepankan aspek keadilan, kedamaian dan kesejahteraan seluruh umat, yang terbingkai utuh dalam nilai-nilai agama, budaya, akhlaq serta kesederhanaan dan juga kejujuran yang dijunjung.

Satu yang menjadi penting adalah dari Isra Mi'raj adalah bagaimana kita sebagai mahluk dan manusia beragama dapat menjalankan amar ma'ruf nahi munkar, seperti yang diajarkan serta diperlihatkan oleh Rasulullah SAW dalam keseharian semasa hidupnya.

Amar ma'ruf nahi munkar sendiri berasal dari bahasa arab yang memiliki makna mengerjakan yang baik dan mencegah yang buruk sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan dalam al-Qur'an dan as-Sunnah. Tidak perlu jauh-jauh menunaikan ibadah serta mencegah keburukan yang ada disekitar pun sudah termasuk amar ma'ruf nahi munkar.
Peringatan Isra Miraj merupakan salah satu momen penting yang banyak diperingati oleh umat Muslim secara umum. Hal ini karena peristiwa Isra Miraj merupakan peristiwa yang sangat bersejarah dalam Islam. Pasalnya peristiwa ini merupakan cikal bakal umat Muslim diwajibkan menunaikan sholat 5 waktu.

KISAH NABI MUHAMMAD SAW “PERISTIWA ISRA’ MI’RAJ YANG MENAKJUBKAN”
Peristiwa Isra’ Mi’raj disebutkan dalam QS. Al Isra ayat 1 dan QS Al Najm ayat 13-17 juga dibeberapa hadits.  Arti kata Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Sedangkan arti dari Mi’raj adalah kelanjutan dari perjalanan Nabi untuk naik ke Sidhratul Muntaha (langit yang tertinggi). Tatkala Nabi Muhammad SAW berada di suatu tempat bernama Al Hijr, Beliau didatangi Malaikat Jibril. Jibril hendak mengajak Nabi  ke sumur zam zam yang tidak jauh dari Ka’bah. Ditempat inilah Jibril membelah dada Nabi Muhammad SAW untuk kedua kalinya. Dahulu ketika Beliau masih berusia  4 tahun, Jibril pernah melakukan hal yang sama. Pembelahan dada Nabi kali ini adalah persiapan untuk bertemu Allah SWT. Segala prasangka buruk yang tersimpan dalam hati Beliau meskipun hanya secuil harus dibersihkan terlebih dahulu. Ketika dirasa telah cukup, Jibril mengembalikan keadaan seperti semula seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Ketika Nabi membuka mata Beliau melihat ada seekor hewan menyerupai kuda lengkap dengan pelana dan tali kekangnya. Hewan bernama Buraq tersebut terakhir ditunggangi Nabi Isa as sekitar 500 tahun yang lalu. Kecepatan Buraq sejauh kedua mata memandang. Nabi Muhammad duduk dipunggung Buraq melewati Masjidil Haram  menuju Masjidil Aqsha di Palestina. Jibril mengajak Nabi untuk sejenak melupakan kota Mekkah yang penuh masalah. Perjalanan pada malam hari inilah yang disebut peristiwa Isra’. Sebagaimana yang disebutkan dalam QS Al-Isra’ ayat 1.
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah diberkahi sekelilingnya oleh Allah agar Kami perhatikan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS Al Isra:1).

Buraq melesat dengan kecepatan tinggi. sesampainya di Masjidil Aqsha, Nabi menambatkannya disebuah besi dan berjalan memasuki masjid, lalu Beliau shalat 2 raka’at. Selepas shalat, malaikat Jibril membawa dua buah minuman kehadapan Nabi Muhammad, gelas pertama berisi Khamar dan satu lagi berisi susu. “wahai Muhammad, pilihlah salah satu antara dua minuman ini’. Ternyata Nabi Muhammad mengambil gelas yang berisi susu. “Wahai Muhammad Engkau telah memilih sesuai fitrah”. Setelah itu malaikat Jibril mengajak Nabi Muhammad SAW naik ke langit, inilah yang disebut peristiwa Mi’raj.

Hanya sekejap, Jibril dan Nabi Muhammad telah sampai didepan pintu langit pertama atau disebut juga langit dunia. Malaikat penjaga pintu langit segera membukakan pintu dan menyapa Nabi Muhammad. Jibril dan Muhammad memasuki langit yang pertama, mereka berjalan melewati seorang laki-laki dengan ruh-ruh  manusia disamping kanan kirinya. Ketika melihat kearah kanan, laki-laki itu tertawa, sedangkan ketika laki-laki itu melihat kearah kiri, Beliau tampak sedih. “Siapakah laki-laki itu wahai jibril?’, tanya Nabi. Malaikat Jibril menjawab “Beliau adalah Nabi Adam, manusia sekaligus Nabi pertama di bumi, ucapkan salam kepadanya”. Nabi Adam yang mengetahui kedatangan Nabi Muhammad langsung mengenali Beliau dan  menyapa dengan hangat. Malaikat Jibril menjelaskan penampakan ruh disekitar nabi Adam kepada Nabi Muhammad. Para Ruh sebelah kanan beliau adalah ruh para syuhada,sedangkan ruh yang berada disebelah kiri beliau adalah ruh-ruh orang yang sengsara.

Selain itu nabi Muhammad diperlihatkan azab bagi orang yang memakan harta anak yatim. Selanjutnya jibril mengajak Nabi Muhammad untuk naik ke langit kedua. Jibril kembali meminta izin kepada Malaikat penjaga langit kedua. Dilangit kedua ini Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Yahya as dan Nabi Isa as. Jibril mengingatkan Nabi Muhammad untuk menyapa keduanya.  Kemudian Jibril mengajak Nabi Muhammad untuk naik ke langit ketiga. Disana mereka bertemu laki-laki yang sangat indah parasnya yaitu Nabi yusuf as. Lalu mereka naik kelangit keempat dan bertemu dengan Nabi Idris as. Ternyata Nabi Idris telah mendengar tentang Nabi Muhammad dan mendo’akan kebaikan  untuk Beliau. Selanjutnya Jibril dan Nabi Muhammad melanjutkan perjalanan menuju langit kelima. Disana Nabi Muhammad melihat Nabi Harun as dan menyapanya. Nabi harun menyambut Beliau dan mengakui kenabiannya. Ketika sampai ke langit keenam, Nabi Muhammad melihat sosok Nabi Musa as, Nabi Musa as membalas salam dan mengakui kenabian Beliau. Namun tiba-tiba Nabi Musa as menangis, Jibril yang penasaran kemudian bertanya kepadanya. Ternyata Nabi Musa as menangis karena tahu ada Nabi yang diutus setelahnya, tapi umatnya lebih banyak yang masuk syurga dibandingkan umatku.

Setelah berpamitan ke Nabi Musa as, Jibril mengajak Nabi Muhammad naik ke langit ketujuh. Disana mereka bertemu dengan Nabi Ibrahim as yang merupakan bapak para nabi. Di langit ketujuh inilah Nabi Muhammad diperlihatkan syurga. Beliau masuk kedalamnya dan tak berhenti untuk bertasbih memuji kebesaran Allah SWT. Seusai berkeliling syurga, tibalah saatnya Nabi Muhammad SAW untuk naik ke Sidhratul Muntaha. Pada momentum ini Jibril menampakkan wujud aslinya sebagai malaikat dan berkata tidak bisa menemani Beliau ke Sidhratul Muntaha. 
Sebagaimana yang disebutkan dalam QS. An Najm ayat 13-18, Allah SWT berfirman:

 

 

 

 


Artinya : “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidhratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidhratilmuntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. ( QS An-Najm : 13-18)

Tiba-tiba Nabi Muhammad dinaikkan lagi menuju Allah SWT, tubuhnya mendekat kepadaNYA dalam jarak yang tidak jauh. Namun Nabi Muhammad tidak dapat melihat Allah SWT secara langsung. Beliau melihat Allah SWT dengan hatinya. Pada saat itulah Allah SWT mewajibkan hambaNya  untuk shalat 50 kali sehari semalam. Setelah Muhammad menerima  tugas dari Allah SWT, Beliau turun. Dilangit keenam Nabi Muhammad berjumpa dengan nabi Musa as dan saling berbincang dan Nabi Musa menyarankan kepada Nabi Muhammad untuk meminta keringanan kepada Allah karena yakin umat Muhammad akan keberatan dengan hal itu. Kemudian Nabi Muhammad mulai berpikir dan meminta pendapat Jibril. Sedangkan Jibril menyetujui apapun keputusan Nabi. Akhirnya Nabi Muhammad kembali naik untuk menghadap Allah SWT dan meminta keringanan untuk umatnya. Maka Allah SWT meringankannya menjadi sepuluh waktu shalat. Kemudian Nabi Muhammad kembali ke langit keenam dan bertemu Nabi Musa as. Mendengar jawaban dari nabi Muhammad, Nabi Musa menyuruh Beliau untuk meminta keringanan lagi. Nabi Muhammad kembali menghadap Allah SWT, lalu Allah SWT meringankan menjadi lima kali waktu shalat. Nabi turun lagi ke langit keenam. Disana Nabi Musa telah menunggu Nabi Muhammad dan kembali menyarankan kepada Beliau untuk kembali memohon keringanan kepada Allah SWT. Namun Nabi Muhammad merasa malu kepada Rabb nya dan rela menerima keputusan itu.

Kemudian Nabi Muhammad SAW berpamitan dan melanjutkan perjalanan. Ketika itu terdengar suara dari langit. “Wahai Muhammad, Engkau telah menyetujui fardhuKu dan Aku telah memberikan keringanan kepada HambaKu”.

Perintah shalat lima waktu nilai pahalanya sama seperti lima puluh waktu dalam sehari semalam. Allah  SWT sangat menyukai ibadah shalat karena membuat umatnya selalu ingat kepadaNya. Sedangkan perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad akhirnya usai. Setibanya di Masjidil Aqsha, Malaikat jibril menghadirkan ruh-ruh para nabi terdahulu untuk menjadi makmum shalat Nabi Muhammad. Setelah itu Nabi Muhammad naik ke punggung Buraq untuk kembali ke Mekkah dan tiba disana sebelum pagi hari. Itulah kisah Isra’ Mi’raj yang menakjubkan.

Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini diantaranya :
Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan sebuah penghormatan dan penghibur bagi Nabi Muhammad setelah ditimpa ujian yang bertubi-tubi. Seperti meninggalnya Abu Thalib, istrinya Khadijah dan penyerangan penduduk Thaif. Namun Beliau berhasil melewati semua itu dengan sabar dan tawakkal.
hendaknya kita bergegas melaksanakan shalat ketika telah memasuki waktu. Karena Nabi Muhammad telah meminta keringanan kepada Allah SWT untuk shalat hanya lima kali sehari semalam.

So, sobat Labuhanbatu, sudah sejauh mana amar ma'ruf nahi munkarnya nih? Semoga Allah mudahkan ya langkah-langkah baiknya. Aamiin. (MTDS)