PEKANBARU, seputarriau.co - Aksi mahasiswa Universitas Riau (UR) yang dilaksanakan di depan Tugu Pahlawan, Rabu (13/04/2016) siang kian memanas dengan datangnya oknum Pemuda Pancasila (PP) yang mencoba menghadang aksi mereka. Adu pukul nyaris terjadi akibat terpancingnya emosi lantaran salah seorang oknum PP tidak terima dengan adanya spanduk orasi yang menyinggung salah satu ketua dari mereka.
"Tidak bisa !, kenapa nama ketua kami kalian bawa-bawa ?! (Anto Rahman, red) di spanduk itu," teriak salah seorang oknum PP.
Melihat hal seperti itu, puluhan mahasiswa terpancing emosi dan langsung melakukan perlawanan dengan tarik-menarik spanduk yang direbut oleh oknum PP. Beruntung dengan sigap pihak kepolisian dengan cepat mengantisipasi dan memisahkan kedua belah pihak.
Walau telah dipisah, oknum PP masih terus melontarkan kata-kata cacian kepada mahasiswa, mendengar kata-kata tersebut mahasiswa membalas dengan sindiran, bahwa tidak ada hak bagi siapapun untuk membentang spandunk.
"Kalau kalian berani ayo kemari dan tunjukkan aturan pelanggaran membentang spandunk. Kami berorasi disini ada izinya," balas teriak massa aksi.
Upaya pelarangan pembentangan spanduk tersebut bahkan terjadi dua kali. Setelah sempat mereda, oknum PP lagi-lagi menghampiri pendemo dengan upaya serupa.
Selain itu, pertikaian juga hampir terjadi ketika pendemo memanjat tugu Perjuangan untuk membentang spanduk.
Sampai berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung. Ruas Jalan Diponegoro ditutup sementara. Tampak ratusan polisi dari Polresta Pekanbaru dikerahkan untuk mengantisipasi gejolak massa. Sedangkan di dalam, tampak ratusan Satpol PP berjaga-jaga di dalam pagar.
(IS/grc)