GULA SEMUT HASIL OLAHAN NIRA AREN OLEH MAHASISWA KUKERTA UNRI DI DESA LUBUK BENDAHARA TIMUR

Jumat, 19 Agustus 2022 - 11:49:59 wib
GULA SEMUT HASIL OLAHAN NIRA AREN OLEH MAHASISWA KUKERTA UNRI DI DESA LUBUK BENDAHARA TIMUR


LUBUK BENDAHARA TIMUR, seputarriau.co  - Kelompok KKN Integrasi Universitas Riau di Desa Lubuk Bendahara melakukan Penyuluhan Pembuatan Gula Semut dari Gula Aren

Pohon Aren atau Enau merupakan salah satu palma yang sangat penting setelah kelapa. Pohon aren mudah tumbuh dan memiliki banyak manfaat seperti dapat diolah menjadi gula aren, cuka, tuak, dan produk lainnya. Di Desa Lubuk Bendahara Timur terdapat beberapa pohon aren milik warga. Tanaman ini dapat tumbuh secara alami tanpa dibudidayakan di sekitar rumah warga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Pak Yamin selaku warga Desa Lubuk Bendahara Timur, nira aren kebanyakan diolah oleh penduduk setempat menjadi tuak. (5 Juli 2022). Padahal, jika dilihat dari sudut pandang ekonomi, nira aren yang diolah diubah menjadi tuak memiliki nilai jual yang lebih rendah dibandingkan diolah menjadi gula semut. Dari segi kesehatan, gula semut memiliki manfaat yang baik bagi tubuh seperti menghilangkan stress, mengurangi keteganggan otak, mengatasi tekanan darah rendah, dan sebagainya. Oleh sebab itu, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau (UR) memberikan sosialisasi kepada warga Desa Lubuk Bendarahara Timur terkait olahan nira aren menjadi gula semut yang baik untuk Kesehatan dengan arahan dari Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Said Zul Amraini, ST., MT

“Harapannya melalui kegiatan ini, warga desa yang mempunyai lahan aren bisa menjual niranya kepembuat gula saja, ketimbang menjadi tuak, selain sudah melanggar norma yang ada, tuak yang dikonsumsi oleh orang yang salah bisa meningkatkan nilai criminal di desa kan?” ujar Kevin Frecious selaku ketua kelompok Kukerta Integrasi ini. 

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau (UR) menerapkan program kerja ini sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat Lubuk Bendahara Timur. Sosialisasi dilakukan dengan mendatangi rumah warga dan memperkenalkan serta memaparkan materi sekaligus diskusi dan diakhiri dengan dokumentasi.
“Dengan kemajuan teknologi yang ada, seharusnya warga desa tidak perlu takut lagi jika kesulitan mendapat konsumen. Maka dari itu disini juga sedikit menjelaskan e-commercing yang harapannya akan sangat membantu penjualan gulanya,” lanjut Kevin sembari menjelaskan penggunaan e-commerce dalam berjualan.

Melihat respon respon dari masyarakat yang diberikan penyuluhan, Kevin selaku ketua kelompok mahasiswa Kukerta Universitas Riau (UR) berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Lubuk Bendahara Timur dapat mengubah arah penjualan nira menuju gula aren ketimbang menjualnya ke pengepul tuak.

 “Harapannya besar sih, daerah Lubuk Bendahar Timur ini memiliki potensi yang lumayan besar, terutama seperti Pak Yamin yang baru saja membuka lahan niranya. Hasil dari nira liar saja sudah lumayan banyak, apalagi nanti ladang nira yang terfokus dan terawat,” lanjutnya.