BPI Riau Berhasil Bubarkan Kegiatan Syiah di Jalan Melayu Pekanbaru

Sabtu, 02 April 2016 - 13:34:06 wib
BPI Riau Berhasil Bubarkan Kegiatan Syiah di Jalan Melayu Pekanbaru
Foto : syiah bukan islam (Copyright google.co.id)

PEKANBARU, seputarriau.co - Pada pukul 22.00 WIB, Jum'at (01/04/2016) terjadi ketegangan di Sekretariat Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Riau-Kepri di Jalan Melayu, Pekanbaru. Ketegangan itu terjadi karena Puluhan massa yang tergabung dalam Barisan Pemuda Islam (BPI) Riau membatalkan kegiatan aliran sesat Syiah yang dengan sengaja mendatangkan tokoh Syiah asal Kota Yogyakarta, AM Syofwan.
 
Kegiatan yang dilaksanakan Bakdo HMI Riau-Kepri membahasa "Membedah Buku Tentang Fatimah" (Putri Nabi Muhammad SWA) yang ditulis oleh tokoh Syiah Ali Sariati yang digelar HMI Pekanbaru, Studi Batas Arus dan Jaringan Aktivis Filsafat Islam (Jaksi) Pekanbaru. Karena paham tersebut membuat BPI Riau tidak mengizinkan jalannya kegiatan tersebut.
 
"Syiah sudah jelas-jelas dinyatakan oleh MUI bukan termasuk bukan Islam. Oleh karena itu kami harus bertanggung jawab untuk menjaga akidah umat dari paham yang telah menyimpang dan berbahaya ini," terang Roni Candra perwakilan Pemuda Muhammadiyah yang di dalam BPI Riau termasuk salah satu peneliti, Sabtu (02/04/2016).
 
Dipaparkan Roni, bahwa selain Pemuda Muhammadiyah, BPI Riau juga terdiri dari organisasi masyarkaat Islam, seperti Front Pembela Islam (FPI) dan lainnya. 
 
Masyarakat sekitar juga turut membantu dalam proses pembuabaran paksa kegiatan Syiah ini. Ketua Pemuda RW 13 Kelurahan Sidomulyo Timur, M Taher dan beberapa tokoh masyarakat sekitar, dan juga termasuk remaja Masjid Arrosyidin.
 
Melihat banyaknya massa yang datang dengan jumlah yang cukup banyak, membuat kelompok Syiah yang sebelumnya mencoba untuk menggelar kegiatan tidak bisa melakukan perlawanan. AM Syofwan sebagai pembicara langsung dibawa ke markas FPI Pekanbaru. Rencananya hari ini tokoh Syiah tersebut akan dipulangkan paksa kerena dijadwalkan juga menjadi pembicara di acara serupa yang digelar di Universitas Islam Riau (UIR).
 
“Kegiatan ini membuktikan bahwa bahaya Syiah sudah sampai ke Negeri Melayu, Riau. Ini berbahaya. Kita semua harus waspada dan membentengi akidah masyarakat agar tak ikut tersesat,” ujar Roni Candra.
 
 
 
(IS/rtc)