Adakan Kegiatan Training Kepada 2000 Peserta di Islamic Center UIN Suska Riau

Dinilai Tidak Menghormati Kampus, Mahasiswa Paksa Hentikan Kegiatan

Selasa, 29 Maret 2016 - 23:34:23 wib
Dinilai Tidak Menghormati Kampus, Mahasiswa Paksa Hentikan Kegiatan
Foto : Mahasiswa yang mencoba untuk menghentikan acara training

PEKANBARU, seputarriau.co - Acara yang dilaksanakan di Islamic Center UIN Suska Riau, Selasa (29/03/2016) malam ini, diserbu puluhan masasiswa dan mencoba untuk menghentikan acara training, mereka menilai acara yang dilaksanakan oleh salah satu perusahaan Multy Lavel Maketing (MLM) Amoeba yang ada dikota pekanbaru tidak pantas digelar di kampus merekan dikarenakan sebagian besar peserta wnaita yang mengikuti acara tidak menggunakan jilbab.
 
Tidak tanggung-tanggung, sekitar 2000 orang peserta memadati gedung Islamic Center UIN Suska ini tengah bersiap-siap untuk mengikuti acara training yang dilaksanakan oleh Amoeba. Sebagian besar dari peserta merupakan wanita yang tidak menggunakan penutup kepala (jilbab) sebagaiman yang telah dianjurkan di lingkungan kampus UIN Suska tersebut.
 
Rizki Berkah yang merupakan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) di UIN Suska Riau menulis di akun media sosialnya.
 
"BEM UIN Suska Riau mengecam !!! acara training sebuah perusahaan yang dilaksanakan di Islamic Center UIN Suska Riau. Semalam saya (wapresma) ditemani beberapa orang mahasiswa memberi peringatan keras terhadap perwakilan panitia training yang dilaksanakan oleh satu perusahaan jasa, karena banyak peserta training yang tidak memakai jilbab, jumlah peserta berjumlah 2.000 lebih. ini sangat melanggar nilai-nilai kampus madani, kemudian di tanggapi bahwa acara tersebut sudah di izinkan oleh kampus. Saya sangat menyangkan pihak kampus inisial K yang memberi izin melaksanakan acara tersebut "sudah tau melanggar tapi tetap di izinkan dimana komitment terhadap aturan kampus?"
 
Tidak sampai disitu saja, Riski melanjutkan kritiknya dengan membuat tulisan berupa teguran yang mengarah sedikit menyindir para petinggi yang berada di UIN Suska Riau.
 
"Ini kewajiban kita bersama menjaga kampus kita dari hal-hal yang keluar dari syariat Islam. Hal ini sudah saya sampaikan kepada Wakil Rektor III, tanggapan wakil rektor III tidak tahu menau tentang hal ini, mungkin pihak yang mengurusi perizinan sudah berkoordinasi dengan WR II
Terahir saya sampaikan pihak kampus yang mengeluarkan izin harus bertanggung jawab jika ada masa yang hendak membubarkan acara tersebut."
 
 
 
(IS)