KUANSIN, seputarriau.co - Setelah masuk dalam tim pendampingan national desa wisata 2020 Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau yang beranggotakan Dr. Yasir M.Si, Yohannes Firzal, Ph.D, Andri Sulistyani, M.Sc, Chelsy Yesicha, M.I.Kom, dan Ns. Safri, M.Kep, Berupaya menjadikan Desa Koto Sentajo sebagai desa unggulan wisata Riau terus dimaksimalkan MB. Bertempat di Gedung MDA Raudhatul Jannah Koto Sentajo Kecamatan Sentajo Raya-Kuansing, Kamis pagi (12/8/2021)
Digelar pelatihan teh gaharu dari kegiatan dari Kukerta Terintegrasi ini beranggotakan 10 orang mahasiswa dari berbagai bidang konsentrasi; Usaha Perjalanan Wisata, Ilmu Komunikasi, Hukum, Matematika, Kimia, Pendidikan Ekonomi, Teknik Kimia.
Teh gaharu yang telah lama dikonsumsi oleh masyarakat desa akhirnya diperkenalkan sebagai produk yang dapat dijadikan produk pariwisata unggulan unggulan desa. Pelatihan dihadiri oleh sekitar 20 orang yaitu, Kepala Desa Arli Yusman, ST, UPT KPHL Warsi, S.Hut.T, Sekdes, Kadus, perwakilan dari Bumdes, Kelompok Tani, BPD, serta masyarakat desa. Acara berlangsung kekeluargaan baik peserta dan tim saling memberikan masukkan dalam memproduksi dan mempromosikan teh gaharu.
Tim meyakinkan bahwa pemanfaatan pohon gaharu terutama daun gaharu yang banyak ditanam dan dibudidayakan masyarakat Desa Koto Sentajo menjadi produk teh yang bernilai ekonomis. Para mahasiswa mempraktekkan cara pengolahan daun gaharu menjadi teh herbal, tidak hanya itu mereka juga menyampaikan perbandingan harga jual yang layak dan mengulas pemasaran teh secara online.
Kekompakan kemampuan dalam bidang ilmu masing-masing juga terlihat ketika menjawab berbagai pertanyaan dari peserta.
Menurut Warsi dari UPT KPHL “Pemanfaatan hutan terutama pohon gaharu sangat baik, disamping manfaat pohon gaharu. Disamping itu masih banyak lagi manfaat hutan yang dapat dikembangkan terutama dari segi obat-obatan herbal”.
Selain itu Chelsy Yesicha selaku perwakilan dosen yang mendampingi acara mengungkapkan bahwa ”Produk teh gaharu herbal dipilih menjadi salah satu contoh dalam pelatihan produk unggulan desa karena diharapkan nantinya menjadi buah tangan wisatawan yang berkunjung sehingga perlu pengemasan yang baik”.
“Kami sebagai masyarakat desa koto sentajo sangat mengapresiasi para mahasiswa yang telah memanfaatkan dan membuat inovasi produk daun gaharu menjadi teh herbal yang bernilai ekonomis” ujar Ismet Rianto selaku Kadus Desa Koto Sentajo.
Kades Arli Yusman menyampaikan harapannya agar produk teh gaharu herbal Sehatea bisa segera mendapatkan legalitas dan hak paten (BPOM) sehingga produksi bisa segera berjalan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Koto Sentajo.
(Rls/MN)