ROKANHILIR, seputarriau.co - Lagi-Lagi istri dari Petani Kelapa Sawit, dugaan Korban Aksi Kriminalisasi dan Persekongkolan Jahat antara Oknum Penegak Hukum dengan Kelompok Mafia Tanah dan Lahan di Kepenghuluan Air Hitam kembali mengeluarkan air matanya.
Karena, tadi (3/8/2021) melalui HP suaminya, Bidan Tina sempat mengirim Link Berita seputar Penderitaan Suaminya, selaku Petani Kelapa Sawit yang diduga kuat Korban dari Aksi Kriminalisasi antara Aparat dengan Kelompok Mafia Tanah.
Disampaikan Tina, bahwa tatkala dirinya mengirim Link berita di salah satu Group WA yang termasuk dari unsur APKASINDO, Justru yang didapat adalah Teguran dari salah satu Pegawai Sekretariat APKASINDO, atas nama Andini Syafitri.
"Saya tak bermaksud apa-apa. Saya hanya Curhat dan Berharap agar bapak ibu di organisasi APKASINDO berkenan Membantu Penderitaan dari Suami saya. Harapan itu sangat mendasar, karena Suami saya bahagian dari Keluarga Besar APKASINDO, yakni selaku Ketua DPU Kecamatan Pujud-Tanjung Medan" ungkap Bidan Tina, dengan nada sedih.
Lanjutnya lagi, bahwa dasar dirinya mengadukan hal itu sangat realistis. Karena suaminya Pemegang KTA yang sah dari APKASINDO dan sampai saat ini juga merangkap sebagai Sekretaris DPD Kabupaten Rokan Hilir.
"Saya sangat heran, kenapa pak Doktor Gulat Manurung selaku Ketua Umum DPP, pak Haji Suher selaku Ketua DPW Riau dan pak Sihombing selaku Ketua DPD Rohil terkesan diam membisu. Padahal selama ini mereka "Sangat Jabir" dengan istilah Perlindungan para Petani Kelapa Sawit" tutur Tina, seraya menunjukkan bukti Chat WA dari Andini Syafitri.
Sampai diterbitkannya berita ini, Tina dan Keluarga hanya berkata. Bahwa keluarganya akan tetap Kuat dan Selalu melakukan upaya, agar dugaan atas adanya Upaya Kriminalisasi ini segera berakhir.
"Kan kemarin Tim Pendamping Saya dan Teman-Teman Media sudah langsung turun mengunjungi Kantor Kepenghuluan Air Hitam. Mereka telah mendengar, bahwa Pemerintah Desa maupun Tokoh Masyarakat telah dengan Jelas mengatakan Suaminya adalah Penolong atas Kemajuan Air Hitam, hingga akhirnya Akses Jalan dan Mobil bisa masuk" tegasnya.
Ditempat terpisah, Sekretaris Kantor Hukum Mediator dan Pendampingan Publik Satya Wicaksana ikut berkomentar.
Bahwa pihaknya sangat menyesalkan atas tindakan dari Internal organisasi APKASINDO.
"Dimana Loyalitas Para Ketua di APKASINDO ini, terutama Pak Ketum, Ketua DPW Riau dan Ketua DPD Rohil. Melihat kondisi saat ini, yang dihadapi Kadernya. Kenapa diam?! Kader terkena Musibah kok malah Membisu" ungkap Saipul Nazli Lubis, Sekretaris Kantor Hukum Mediator dan Pendampingan Publik Satya Wicaksana.
(MN)