MEDAN, seputarriau.co - Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menargetkan sistem Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kota Medan berubah di masa depan, Pasalnya salah satu indikator penilaian kebersihan secara nasional, adalah pola pengolahan sampah.
TPA Kota Medan dinilai paling jorok sehingga bobot nilainya cukup tinggi dan menempatkan kota ini menjadi kota paling jorok di Indonesia.
“TPA kita masih open dumping, kalau di Kementerian Lingkungan Hidup sudah dilarang penggunaan open dumping dan sudah diperintahkan menggunakan sanitary landfill,” ungkapnya kepada sejumlah awak media ketika me-Launching Pengelolaan Sampah Bio Teknologi (Landfill Mining) di TPA Terjun, Jalan Paluh Nibung Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (3/7).
Di dampingi Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan M Husni dan disaksikan Beberapa Bupati dan Forkopinda, Bobby mengaku tengah mempersiapkan TPA regional yang akan berkolaborasi dengan Pemkab Deli Serdang dan Provinsi Sumatera Utara, dengan mempersiapkan lahan sebesar 50 Ha.
“Namun kalau pun itu jadi kita laksanakan, mudah-mudahan terlaksana dengan cepat. Soal permasalahan TPA Terjun yang sudah terlanjut pakai open dumping semoga terselesaikan,” ujarnya.
Meskipun mendapatkan solusi dalam mengatasi sampah baru di Kota Medan, sampah lama yang terlanjur menumpuk di TPA Terjun harus dicarikan solusi, tak boleh dibiarkan begitu saja. Diharapkan dengan Pengelolaan Sampah Teknologi "Alfimer" tumpukan yang ada tahun demi tahun bisa berkurang dan bernilai ekonomis bagi masyarakat ke depannya.
“Ada pupuk, cairan disinfektan, pupuk cair, RDF dan SFF. Itu untuk bahan bakar industri ya, ini lah yang kita cita-citakan ke depan,” pungkasnya.
Disisi lain Investor Singapura, Yani Memperkenalkan Pengelolaan Sampah Bio Teknologi dengan sebutan "ALFIMER", " Teknologi ini adalah salah satu inovasi saya yang dulunya bermula pada tahun 2002 kemudian dilaksanakan secara komersial di negara Thailand dan juga India dan sekarang, alhamdulilla dengan izinnya pak walikota. kita dapat melaksanakan perangkat teknologi ini lokasi pertama di Indonesia yaitu di kota Medan. Disebelah kiri bapak dan ibu nampak winrow winrow merupakan pembentukan kuburan sampah yang mana itu benar-benar sampah-sampah itu sudah berkubur ya jadi End of life cycle", Ucapnya.
"Program Pilot Project Pengolahan Sampah di TPA Air Terjun Ini yang Output masuk kedalam 2000 Ton Perhari akan Menjadi nilai Ekonomis dan Bermanfaat, salah satunya akan menjadi Pupuk organik ataupun kita Panggil argomaterial dan Bahan Tenaga Energi Terbarukan", Sebutnya Optimis Pemko Medan Bisa Menangani sampah dengan Baik.
(MN)