Pjs.Bupati Labuhanbatu Tekankan Percepatan Penanganan Stanting

Rabu, 21 Oktober 2020 - 12:27:56 wib
Pjs.Bupati Labuhanbatu Tekankan Percepatan Penanganan Stanting

Labuhanbatu, seputarriau.co- Pjs.Bupati Labuhanbatu Drs.Mhd.Fitryus SH.MSP Tekankan kepada seluruh OPD terkait untuk melakukan percepatan penanganan Stanting di labuhanbatu, hal ini di sampaikan pada saat mengikuti Rapat Koordinasi Teknik Nasional Percepatan Penanganan Stanting virtual bersama Staf khusus wakil presiden RI Bambang Widianto diruang rapat kantor Bupati Labuhanbatu jalan Wr.Supratman Rabu 21/10/2020.

Stunting akibat kekurangan gizi yang 
terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan 
(HPK) tidak hanya menyebabkan 
hambatan pada pertumbuhan fisik dan 
meningkatkan kerentanan terhadap 
penyakit, namun juga mengancam 
perkembangan kognitif yang akan 
berpengaruh pada tingkat kecerdasan 
dan produktivitas anak serta risiko 
terjadinya gangguan metabolik yang 
berdampak pada risiko terjadinya 
penyakit degeneratif (diabetes melitus, 
hiperkolesterol, hipertensi) di usia 
dewasa.ucap Pjs.


Prevalensi stunting merupakan salah 
satu masalah gizi terbesar pada baduta 
di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan 
Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan 
sebanyak 30,8% balita menderita 
stunting. Proporsi status gizi pendek dan 
sangat pendek pada bayi di bawah dua 
tahun (baduta) mencapai 29,9% atau 
lebih tinggi dibandingkan target RPJMN 
2019, yaitu sebesar 28%. Padahal apabila 
stunting terjadi pada masa balita, 
namun mendapatkan intervensi dengan 
benar sesuai dengan standar, akan 
mampu meminimalisir segala dampak 
yang disampaikan di atas.

 Tingginya 
prevalensi stunting saat ini menunjukkan 
bahwa terdapat permasalahan mendasar 
yaitu ketidaktahuan masyarakat terhadap 
faktor-faktor penyebab stunting dan 
pemberian pelayanan kesehatan yang 
belum sesuai standar, baik di tingkat 
masyarakat maupun di fasilitas pelayanan 
kesehatan yang mendorong terjadinya 
stunting.

Peningkatan pengetahuan dan 
keterampilan untuk setiap kelompok 
sasaran sesuai perannya dalam 
pencegahan stunting menjadi penting. 
Dengan meningkatnya pengetahuan 
tersebut, diharapkan kelompok sasaran 
dapat melakukan perubahan perilaku 
yang mendukung pencegahan stunting. 
Di tingkat masyarakat, tenaga pelayan 
kesehatan diharapkan memiliki 
pengetahuan yang baik tentang stunting
sehingga dapat memberikan informasi 
dengan benar, melakukan intervensi 
layanan kesehatan dengan tepat.tegas Fitryus.


Drs Fitryus menekankan kepada seluruh intansi terkait mulai dari Camat, Lurah, Kades hingga Kadus dan Kepling untuk memonitor seluruh pelosok daerah, mendata dan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mencegah stanting di daerah masing-masing. 


Sementara Kepala Bidang Kesehatan masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Friska Simanjuntak SKM.M.Kes menyampaikan
Pihaknya juga terus bergerak ke seluruh pelosok-pelosok daerah, baik dalam bentuk sosialisasi hingga membantu pencegahan dan penanggulangan stanting.


Rakor di ikuti Pjs. Bupati Labuhanbatu Drs.Mhd.Fitryus SH.MSP, Asisten I Sarimpunan Ritonga M.Pd, Asisten III Zaid Harahap,  dan Beberapa Kepala OPD terkait.(Legimin).