POSO, seputarriau.co – Faizah Lakawati, S.E (42 tahun), warga Desa Labuan Kecamatan Lage Kabupaten Poso, pada Kamis (31/12) disergap ‘gerombolan bersenjata’ bersama Asri, suaminya. Penyergapan yang tak disangka-sangka itu membuat Faizah yang sering dipanggil Umi Ifa syok dan sempat pingsan.
Seperti yang dikutip dari kiblat.com, kejadiannya bermula saat Umi Ifa bersama suaminya, sekitar pukul 10.00 Wita berboncengan naik sepeda motor pulang dari kebun. Di pertengahan jalan, ada sejumlah orang yang berhenti di tepi jalan seolah tengah memperbaiki motor.
Tiba-tiba, dari arah belakang ada mobil Toyota Avanza yang menghalangi jalan mereka. Saat itulah, Umi Ifa dan suaminya diangkut paksa masuk ke dalam mobil.
“Di perjalanan ada dua orang perbaiki motor, kemudian pas kita sudah mau melewati dan sudah di dekatnya tiba-tiba dari belakang ada mobil Toyota Avanza yang ba salib kita. Terus dua orang yang perbaiki motor tadi dengan yang turun dari mobil langsung menangkap saya dan suamiku.
“Kita diambil seperti penjahat saja pak, itu abinya mau ambil parang dan melawan. Ya modelnya seperti preman mau menculik begitu mas, di situ saya merontak dan teriak-teriak minta tolong,” tutur Umi Ifa.
Umi Ifa juga menyampaikan bahwa ketika dirinya bersama suaminya disergap di tengah jalan, saat itu mereka masih menggunakan pakaian kebun.
Mereka diperlakukan secara kasar. Orang-orang itu memegang dan menyeret Umi Ifa ke dalam mobil.
Karuan saja, Umi Ifa saat itu meronta dan berteriak minta tolong. Melihat hal tersebut, Asri langsung mau mengambil parang. Namun dengan cepat tangannya langsung dilumpuhkan oleh beberapa orang dari gerombolan bersenjata.
“Saya teriak-teriak minta tolong mas, pikiran saya waktu itu mereka preman-preman, soalnya modelnya seperti penjahat,” kata dia.
Selanjutnya masih menurut Umi Ifa, setelah itu dia dan suaminya dipisahkan. Mereka tidak ditempatkan dalam mobil yang sama.
Awalnya, Umi Ifa tak tahu siapa para penyergapnya. Saat di dalam mobil, Umi Ifa baru mengetahui bahwa gerombolan bersenjata itu adalah Densus 88.
(IS)