PEKANBARU, seputarriau.co - Seorang pengendara mini bus, berinisial E (47) dan dua orang penumpang wanitanya bersinisial MS (22) dan DM(25). Ketiganya diamankan ke Mapolres Kampar, Riau Selasa (29/12/2015). Ketiganya dibawa ke kantor polisi karena berusaha menyerang polisi yang mengahadangnya usai melarikan diri setelah menabrak seorang pengendara sepeda motor.
Tidak hanya itu, dari dalam mobil Toyota Avanza milik pengedara berinisial E (47), pihak kepolisian juga menemukan minuman keras (miras). Dan parahnya lagi setelah dilakukan cek urine, E dan kedua penumpang wanita MS (22) dan DM (25), positif mengandung zat amphetamine.
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Selasa malam mengatakan, awal kejadian bermula ketika E terlibat kasus kecelakaan dengan sepeda motor yang dikendarai Parji (31) di Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang, Km 29 Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Saat itu, Parji terlibat laga kambing dengan mobil E. Bukannya berhenti, E malah berusaha kabur, hingga tubuh Parji sempat terseret oleh mobil E sejauh 15 meter. Akibatnya Parji alami luka serius dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Usai mendapatkan laporan, polisi melaukan pengejaran sesuai dengan ciri-ciri mobil, yang melarikan diri ke arah Pantai Cermin, aksi kejar-kejaran pun tak terelakkan, hingga akhirnya pihak kepilisian berhasil menghentikan mobil tersebut.
Setelah berhenti, sang supir berinisil E keluar dari mobil sambil membawa sebilah samurai. Dia juga mengancam dan hendak menyerang polisi. Beruntung petugas tak kalah cepat hingga E berhasil dilumpuhkan dengan bantuan warga setempat.
"Kita periksa mobilnya dan menemukan minuman keras. Berawal darisitu, kita lakukan cek urine di kantor polisi dan hasilnya si supir dan dua penumpangnya positif mengandung amphetamine," kata Guntur. "Selain itu supir juga tidak memiliki SIM dan berusaha kabur usai tabrakan," tegasnya.
Menurut pengakuan E, salahseorang wanita yang ada di dalam mobil merupakan istrinya. "E ini warga Kecamatan Kampar Utara, sedangkan satu penumpang lain ada yang merupakan warga Pekanbaru. Mereka sudah kita proses dan unit mobil yang bersangkutan juga telah diamankan," tukasnya.
(IS/internet)