DURI, seputarriau.co – Chevron Indonesia, Rabu (14/12/2017) mengumumkan bahwa telah memulai kegiatan studi untuk mendalami lebih jauh alternatif pengembangan Proyek Gendalo-Gehem, yang merupakan tahap kedua dari Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) di Kutei Basin, Kalimantan Timur. Tahap pertama dari Proyek IDD, yakni Proyek Bangka, sudah berproduksi sejak Agustus 2016 dengan kapasitas terpasang 110 juta kaki kubik gas dan 4.000 barel kondensat per hari.
Hingga saat ini, enam kargo Gas Alam Cair (LNG) hasil produksi Lapangan Bangka telah dikapalkan dari Terminal LNG Bontang, sebagai bagian dari Perjanjian Jual-Beli LNG Proyek Bangkadengan Pertamina selama lima tahun. Chuck Taylor, Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit, menyampaikan tentang kegiatan studi Proyek IDD tersebut dalam acara penandatanganan kontrak, yang disaksikan oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, di atas unit produksi terapung West Seno, fasilitas di mana gas Lapangan Bangka diproses.
"Chevron telah menjadi mitra utama dalam pemenuhan kebutuhan energi Indonesia selama lebih dari 90 tahun, menggerakkan pertumbuhan ekonomi, dan mendukung pengembangan masyarakat di area kami beroperasi,’’ kata Taylor.
Penanda tanganan dua kontrak hari ini, terkait studi kelayakan pekerjaan keteknikan dan desain proyek IDD yang akan dikerjakan oleh PT Worley Parsons Indonesia untuk lingkup bawah laut (subsea) dan PT Tripatra Engineering untuk lingkup fasilitas produksi, merupakan kemajuan yang signifikan bagi proyek yang akan memberikan manfaat mendasar bagi masyarakat dan Pemerintah Indonesia.
"Kegiatan studi ini akan mendalami alternatif-alternatif yang dapat menurunkan kebutuhan biaya kapital secara signifikan dan meningkatkan tingkat kelayakan proyek," tambah Taylor
"Kami menghargai dukungan Pemerintah Indonesia untuk Proyek IDD yang telah dimasukkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional. ”Pekerjaan dalam kontrak-kontrak tersebut diharapkan selesai pada 2018. Proyek IDD tahap kedua diperkirakan memiliki potensi total produksi gas alamsekitar 3 triliun kaki kubik.
Chevron (operator) memegang 63 persen saham kepemilikan di Proyek IDD (secara agregat), bersama mitra joint venture lainnya yaitu Eni, Tip Top, PHE dan para mitra Muara Bakau.
(DEW)
Nasional
SKK Migas Kunjungi Proyek IDD di unit produksi Terapung West Seno, lepas Pantai Kalimantan Timur
Baca Juga
- Kapolda Banten : Tindak Tegas Pelaku Narkoba, Mereka Perusak Generasi Milenial !
- Dua Anak Buah Dibunuh Saat Tagih Pajak, Bos Pajak Lapor Kapolri
- Bupati Labuhanbatu Ikuti Dua Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Labuhanbatu
- Pentingnya Keakuratan Pendataan Keluarga
- Musrenbang RKPD Tahun 2022 Kabupaten Labuhanbatu Dilaksanakan
- Fatin Shidqia Luncurkan Single Berjudul Dalam Teduh
Terpopuler
- Kapolda Riau Ajak Wartawan Perkuat Sinergi, Berantas Narkoba hingga Cegah Konflik Sosial
- Kebakaran Hebat Di Jalan Obor Tiga, 4 Unit Rumah Ludes Terbakar
- Silaturahmi dan Gotong Royong ke Lokasi Musibah Kebakaran di Kelurahan Gajah Sakti
- Tim Pansel Umumkan Hasil Seleksi, Berikut Nama 10 Orang Calon Pimpinan Baznas Riau
- Dukung Asta Cita Prabowo, DPW HMTN-MP Riau Mantapkan Kepengurusan Baru