Riau

Raih Emas Terbanyak, Atlet Renang Kampar Dijamu Makan Siang oleh Bupati

BANGKINANG, seputarriau.co – Setalah diboyong ke Objek Wisata Ulu Kasok, Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, atlet renang Kampar yang baru memeperoleh juara umum di cabornya, dijamu makan siang oleh Bupati Kampar Azis Zaenal, Kamis (2/10/2017), di Rumah Dinas Bupati Kampar.
 
Rombongan atlet dan pelatih serta pengurus PRSI Kampar ini berjumlah sekitar 30 orang ini, sampai di Rumah Dinas Bupati Kampar sekira pukul 12.30 WIB. Saat itu Bupati masih dalam perjalan dari Pekanbaru ke Bangkinang. Maka seluruh rombongan dipersilahkan makan terlebih dahulu.
 
Setelah makan siang, semua rombongan masih bertahan menunggu kedatangan Bupati Kampar Azis Zaenal. Namun sekira pukul 15.30 WIB, kembali Bupati tidak bisa hadir. Karena Bupati dapat telepon dari Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman supaya datang ke Pekanbaru.
 
Akhirnya, Nurbit, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan yang menemui rombongan atlet Renang Kampar. Menggantikan Bupati Kampar.
 
Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia Kabupaten Kampar, Eka Suma Hamid ST MT, membuka acara dengan mengenalkan atlet satu persatu serta perolehan medali yang mereka dapatkan. Terlihat Nurbit yang didampingi Ketua Koni Kampar H Abdul Gafar serta Kepala Dinas Komunikasi Imformasi dan persandian Kabupaten Kampar Hj Nurhasani MM, sangat heran dan terkagum melihat atlet serta prestasi yang mereka peroleh.
 
Yang lebih menarik, ada atlet renang Kampar yang dua bersaudara. Yaitu Syafril Saputra dan Syuci Indriani. Keduanya telah mengantongi 3 medali emas dan perak. Kedua atlet renang Kampar merupakan atlet Nasional. Di mana, pada tanggal 27 November nanti, Syuci Indriani akan merangkat ke Meksiko dalam rangka persiapan Kejuaran Renang Paralimpic Gim di Tokyo Jepang.
 
Selanjutnya Eka menyampaikan laporan prestasi atlet renang Kampar yang telah meraih juara umum, serta terhadap pembinaan atlet setelah Pekan Olahraga Provinsi Riau IX 2017.
 
“Bahwa atlet renang Kampar sangat mempunyai potensi besar untuk lebih besar lagi di masa dating. Sangat mungkin atlet renang Kampar nanti akan menjadi atlet Nasional dan Internasional. Untuk memelihara prestasi dan meningkatkan prestasi atlet renang Kampar perlu campur tangan Pemerintah. Tidak bisa ditangani oleh Koni dan PRSI Kampar saja. Ini adalah aset Kampar yang perlu kita pelihara,” jelas Eka.
 
 
Sementara, Ketua Koni Kampar H Abdul Gafar, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada atlet renang Kampar yang sudah mendulang prestasi yang luar biasa. Sehingga penyumbang medali emas terbesar dari kontingen Kampar dalam Porprov IX 2017 ini, sangat patut diacungkan jempol kepada atlet renang Kampar.
 
“Yang jelas, atlet Kampar itu hebat, dahsyat, jagok, terima kasih, terima kasih,”
ujar Gafar.
 
“Menyangkut honor para atlet renang Kampar seta pelatih, tetap akan kita bayarkan Rp150 000 per hari. Nanti kalau tidak ada perubahan, kalau tidak 1 hari sebelum acara penutupan, kalau tidak 1 hari setelah acara penutupan, kalau soal bunus tetap akan dibayarkan sesuai dengan janji Bupati Kampar,” tambah Gafar.
 
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Kampar H Nurbit yang sempat dikomfirmasi soal pembinaan atlet renang setelah Porprov ini menyampaikan bahwa, dengan prestasi yang diperoleh atlet renang Kampar sehingga telah meraih jura umum di cabang renang dengan memperoleh 11 emas, 7 perak dan 6 perunggu, akan dilakukan pembinaan maksimal.
 
“Tentu kita selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar melalui Koni akan maksimal melakukan pembinaan kepada atlet. Sehingga di Porprov yang akan datang kita akan juara umum dengan memeperoleh medali terbanyak. Dari infrastruktur yang ada di Kabupaten Kampar, kita punya kolam renang di Stanum Indopura namanya. Tentu kita akan melengkapi segala infrastruktur yang belum ada,” kata Nurbit.
 
Kemudian pemerintah sudah memberi semacam pencerahan kepada pengurus PRSI Kampar supaya membuat Proposal sesegera mungkin untuk program pembinaan atlet ke depan. “Tinggal lagi bagaimana mencari pembiayaan runtin, bagaimana kita mengumpul dana. Kita akan melibatkan dunia usaha. Kita punya 36 perusahaan besar di Kampar. Tentu dukungan pemerintah daerah melalui Koni, kita akan bisa membuat semacam pusat pelatiah cabang renang di Kampar,” tambah Nurbit.
 
(MN/MCK)