KUANTAN SINGINGI, seputarriau.co - Penyerobotan lahan yang terjadi di desa Air Buluh, Kecamatan Kuantan Mudik perlu perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dan Provinsi Riau. Karena perambahan diduga dilakukan oleh cukong asal Timpeh (Sumbar) tersebut sudah melewati tapal batas Provinsi Riau dari Sumatra Barat. Hal ini menuai kecaman dari sejumlah pihak, salah satunya dari Lembaga Pusat Ilmu dan Jaringan Rakyat Melayu(Pijar Melayu)
Direktur Eksekutif Pijar Melayu Rocky Ramadani, SP mengatakan Saya kecewa dengan dugaan penyerobotan lahan yang terjadi di Desa Air Buluh, harusnya semua stakeholder ikut mencari solusi terkait dugaan perambahan ini.
Lebih lanjut rocky mengatakan bahwa semua pihak harus bertanggung jawab untuk mengatasi persoalan ini. Karena ini tidak lagi menyangkut marwah kabupaten Kuantan Singingi tetapi juga marwah Provinsi Riau. Apalagi mereka diduga merambah dalam kawasan blok inti hutan lindung Bukit Betabuh.
Pijar Melayu sebagai kelompok kajian strategis melihat bahwa pemerintah kabupaten kuansing dan provinsi Riau terkesan lamban dalam mengatasi persoalan yang terjadi. Saya minta Dinas Kehutanan Provinsi Riau, BPN Provinsi Riau dan Polda Riau mengusut tuntas dugaan perambahan di Desa Air Buluh. Karena jika tidak cepat diselesaikan dikhawatirkan akan memicu konflik lebih besar antar Provinsi.
Apalagi kejadian ini sudah berlangsung lama dan terjadi di perbatasan Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Barat. Sudah semestinya pemerintah Provinsi Riau ikut andil dalam menyelesaikan persoalan dugaan perambahan hutan oleh pengusaha asal sumbar. Saya minta Gubernur Riau menjadikan persoalan ini sebagai prioritas untuk diselesaikan,ujarnya.
Kedepan saya berharap agar Pemerintah Provinsi Riau memberikan anggaran lebih besar untuk menjaga kelestarian hutan lindung yang ada di Provinsi Riau. Sehingga lebih ditingkatkan patroli ke wilayah wilayah perbatasan,tutupnya.
Riau
Pijar Melayu Minta Usut Tuntas Dugaan Perambahan Hutan Desa Air Buluh Kuansing
Baca Juga
- Percepatan Vaksinasi Covid-19,, Babinsa Mandau Lakukan Pendampingan di Desa Batang Dui
- Bejat!,,Bapak Kandung Tega Cabuli Anak Kandung Selama Tiga Tahun
- Mediasi Suku Sakai Tidak Menemui Kesepakatan
- Terkait Keluhan Keluarga Pasien, Pihak RS SYAFIRA Akui Lalai
- Babinsa Laksanakan Giat Protkes Dengan Menghimbau Masyarakat Selalu Bermasker Saat di Luar Rumah
- Kunker Moeldoko Ke Dumai Sepi Pengunjung
Terpopuler
- Dukung Ketahanan Pangan, Melalui Polsek Mandau Panen Jagung Mandiri di Desa Bathin Betuah
- JNE Pekanbaru Perkuat Posisi sebagai Pemimpin Industri Logistik
- Berhenti Sembarangan di Median, Motor Becak Tapol Vs Motor Revo Beradu Hingga Alami Luka Ringan
- 416 Pengurus RT, RW, Dasa Wisma Binawidya Resmi Dikukuhkan Walikota Pekanbaru
- Diduga Tutupi Kecelakaan Kerja, Adzan Diminta Ubah Kronologi Demi Klaim