TEMBILAHAN, seputarriau.co - Ketua DPW PKB Provinsi Riau, Abdul Wahid mendaftatkan diri mengikuti penjaringan di Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Nasdem, Rabu (19/7/2017) sore.
Saat itu, Abdul Wahid didampingi Ketua DPC PKB Kabupaten Inhil Dani M Nursalam serta sejumlah kader PKB Inhil.
Penyerahan formulir diawali di kantor Partai Nasdem Kabupaten Inhil di Jalan Swarna Bumi Tembilahan. Disana, Abdul Wahid disambut langsung oleh Ketua Partai Nasdem Inhil Mulyadi, Sekretaris Partai Nasdem Inhil Irham dan ketua Tim Penjaringan Zulbahri.
Setelah itu, Abdul Wahid dan rombongan kembali beranjak menuju kantor PAN di Jalan Lingkar Tembilahan. Dan kali ini, Abdul Wahid dsambut Sekretaris PAN Inhil H Adriyanto serta sejumlah kader PAN lainnya.
"Sebagai generasi, tekat saya mencalonkan sebagai Bupati Inhil untuk memperbaiki dibidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan perekonomin masyarakat," kata Abdul Wahid.
Dari beberapa bidang itu, menurutnya yang menjadi prioritas adalah dibidang infrastruktur, karena ia menilai sangat penting sebagai nadi kehidupan masyarakat.
"Jika infrastruktur bagus, maka perekonomian masyarakatpun turut meningkat. Baik infrastruktur berbentuk jalan, jembatan, listrik dan lain sebagainya," tuturnya.
(MN/MCR)
Riau
Abdul Wahid Ikuti Penjaringan Calon Bupati Inhil
Baca Juga
- Diduga Membawa Limbah Berbahaya, Tidak Kantongi Izin Kendaraan Khusus Limbah B3
- Pemkab Bengkalis Peringati Maulid Nabi Muhammad
- Mendagri Telah Mengeluarkan Surat Pemberhentian Annas Maamun
- Polair Bengkalis Berhasil Amankan 600 Karung Gula Asal Malaysia
- Tokoh Minang H Sidi Toyo Sebut Hanya Dukung Kasmarni, "Dari Awal Sudah No 3"
- Taufik Arrakhman Minta Aparat Tarik Peredaran Tabloid Barokah
Terpopuler
- Sertijab Kapolres, AKBP Fahrian Saleh Siregar Serahkan Tongkat Komando kepada AKBP Eko Rubiyanto
- Ibu Korban Karhutla Ditahan, Hak Advokat Dikebiri di Polsek Rengat Barat
- Kuasa Hukum: Fl Korban, Bukan Pembakar Lahan
- Kuasa Hukum Soroti Penahanan Floren di Inhu, Anak Balita Disebut Masih Butuh ASI
- Kuasa Hukum Budi Hartono Tegaskan Laporan Kasus Peliputan Rokan Hulu Bukan Sekadar Soal KTA