Riau

Tak Ramah Lingkungan, Ismail Amir Minta Hasanuddin Hengkang Dari Perawang

PERAWANG, seputarriau.co - Koalisi Peduli Lingkungan (Kopel) Siak terdiri dari LMR Siak, MPKS, LIRA Siak, Walhi serta perwakilan dari Mahasiswa Siak, Rabu ( 26/04/17) sekira pukul 10.00 WIB mengelar aksi damai lanjutan yakni aksi damai jilid II didepan Gerbang Barat PT Indah Kiat Perawang.

Salah seorang anggota DPRD Siak Komisi IV fraksi partai Hanura Ismail Amir, SH, MH turut hadir dan berorasi didepan perusahaan raksasa itu. Dihadapan ratusan massa unjuk rasa tersebut Ismail Amir juga Panglima Besar LMR Siak menilai PT Indah Kiat Perawang tak ramah lingkungan. Semenjak Hasanuddin memimpin perusahaan limbah serta pencemaran lingkungan disekitar tidak sesuai kontribusinya terhadap masyarakat sekitar, seperti perobatan gratis dan CSR hanya sekedar formalitas.

Selain itu kebijakan perusahaan dibuat sebagai bentuk penekanan kepada karyawan agar merasa jenuh dan akhirnya mengundurkan diri. Ismail Amir juga menilai Hasanuddin membuat kebijakan sendiri sehingga bangsa pasar saat ini tercekik dengan keadaan ekonomi yang sekarang yang mana tanggal 05 dan tanggal 25 di gabung jadi satu oleh pihak perusahaan.

"Hasanuddin kucing kurap, kutu busuk, licin macam belut. Suka menghasut dan mengadu domba, itulah Hasanuddin. Dengan di gabung jadi satu kenaikan upah tidak terlalu nampak kalau 59 perak sampai 100 perak. Liciknya Hasanuddin itu." sorak anggota DPRD Siak Komisi IV itu saat berorasi.

Sejak berdiri tahun 1984 PT Indah Kiat Pulp dan Paper Perawang yang merupakan anak perusahaan Sinar Mas Group tergabung di Asean Pulp and Paper Group (APP) ini adalah perusahaan terbesar (raksasa,red) Asia saat ini di Kecamatan Tualang.

Anggota DPRD Siak Ismail Amir kesal dengan tindakan pihak perusahaan  terkait limbah (kimia,red) dan pencemaran udara yang selama ini diketahui berlaku curang, apalagi terhadap karyawan, masyarakat serta lingkungan sekitar. Salah satu contoh kecil yakni merobah anak Sungai Perawang asri dengan memodifikasi Sungai Perawang dan meminta Hasanuddin hengkang dari Perawang Kecamatan Tualang.

"Itu sungai Perawang saja dirobah-robah sama pihak perusahaan PT IKPP, suka-suka perusahaan menganti aliran anak sungai Perawang itu dari bentuk aslinya." tunjuk Ismail.

"Kami minta Hasanuddin hengkang dari Perawang Kecamatan Tualang ini. Karena dia kucing kurap dan kutu busuk suka menghasut dan mengadu domba sesama agar kita bentrok. Itulah politik adu domba Hasanuddin selama ini," tambah Ismail Amir selain anggota DPRD Siak juga merupakan Panglima Besar LMR Siak.

Pantauan awak media seputarriau.co dilapangan hingga massa membubarkan diri. Ismail Amir beserta Kopel Siak akan tetap mengelar aksi-aksi selanjutnya, agar kedepan perusahaan tidak semena-mena lagi terhadap karyawan juga masyarakat sekitar.

Sampai berita ini diturunkan tuntutan massa pengunjuk rasa yang belum terpenuhi hingga saat ini, berjumpa langsung dengan pihak owner perusahaan yakni Linda Wijaya.
(HRS)