Riau

Dinkes Riau Sebut Penyakit Tidak Menular Semakin Meningkat

PEKANBARU, seputarriau.co - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Ridwan saat di konfirmasi di ruang kerjanya mengakui, untuk saat ini di Provinsi Riau dalam membangun bidang kesehatan dihadapkan oleh dua sisi persoalan dalam penanganan penyakit.

Satu sisi masih dihadapkan oleh penyebaran penyakit menular baik langsung seperti HIV/AIDS, Kusta dan lain-lain maupun tidak langsung atau melalui perantara seperti Malaria, DBD, Flu Burung, Rabies, Diare dan lainnya.

Sisi lain juga dihadapkan semakin meningkatnya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti serangan jantung dan stroke, kanker, darah tinggi, pernafasan seperti paru dan asma kemudian diabetes dan lainnya.

"Jadi untuk penyakit tidak menular ini ada beberapa faktor yang memicu diidap oleh masyarakat, bisa bawaan atau keturunan, kurang olahraga atau kegiatan fisik, diet yang tidak sehat dan tidak berimbang atau pola makan, merokok, konsumsi alkohol dan lain-lain," jelasnya sembari menyebutkan Dinas Kesehatan Riau ada upaya dini dalam penanggulangan yang dilakukan dengsn membuka klinik atau posko pemeriksaan gratis cek gula darah, asam urat, tensi darah dan lainnya dikegiatan keramaian masyarakat seperti kegiatan car friday dan lainya.

Hanya saja menurut Ridwan lagi, mengenai PTM ini di Riau tidak bisa dibandingkan antara satu kasus dengan kasus yang lain.  Karena semua kasus yang ada mempuyai peluang atau potensi yang sama untuk bisa berkembang di idap eh masyarakat Riau.  

"Tapi diantara PTM , penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama yang terjadi tiap tahunnya.   Baik kanker hati, paru, perut dan kanker payudara," jelasnya sembari mengatakan lebih dari 30% kematian akibat kanker disebakan oleh perilaku dan pola makan.

Dari data yang dikeluarkan oleh Dinkes Riau, salah satu PTM yaitu penyakit kanker serviks dan payudara merupakan salah satu penyakit kanker yang termasuk  prevalensi tertinggi di Riau.  

Dari deteksi dini yang dilakukan terhadap pentakit kanker serviks dan kanker payudara terhadap perempuan usia 30 - 50 tahun, target capaian cakupan deteksi dini kanker serviks dan payudara pada tahun 2015 yaitu 10%.

Kabupaten/Kota yang sudah mencapai target adalah Kabupaten Pelalawan 11,43%.  Sementara untuk Provinsi Riau capaian cakupan deteksi dini kanker serviks dan payudara sebesar 1,16%.

"Deteksi dari penyakit kanker serviks dilalukan dengan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam asetat).   Sedangkan pemeriksaan kanker payudara dengan menggunakan metode CBE (Clinical Breast Examination) atau pemeriksaan payudara secara manual oleh tenaga kesehatan terlatih yang dapat dilakukan di puskesmas dan jaringannya," jelasnya menyebutkan cara melakukan pendeteksian penyakit kanker serviks dan kanker payudara.

Disampaikan juga, dari penyakit kanker serviks yang diperiksa di Kabupaten/Kota yang ada di Ptovinsi Riau, Kabupaten Indragiri Hulu merupakan Kabupaten dengan hasil IVA positif tertinggi yaitu sebesar 17,85%.

Artinya 17,85% dari jumlah perempuan usia 30 - 50 tahun yang diperiksa di Kabupaten Indragiri Hulu positif menderita kabker payudara.  Sementara Kabupaten dengan hasil IVA test terendah yaitu Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kuantan Singingi dimana hasil IVA positifnya 0 atau tidak ada yang positif kanker dari semua perempuan yang diperiksa.
(MN/MCR)