SIAK, seputarriau.co - Kabid Pengawasan Badan Lingkungan ( BLH ) Siak Ardayani meminta perusahaan pengemasan pupuk di Perawang Kecamatan Tualang, Siak untuk membantu masyarakat mengeruk drainase dan membersihkan lingkungan sekitar wilayah perusahaan.
Hal tersebut berawal dari keluhan warga BTN Bunut RT 03 RK 03, Kampung Pinang Sebatang Timur terkait saluran air perusahaan pengemasan pupuk PT Hamparan Alam Baruna Indonesia ( HABI ) yang mengalirkan saluran air perusahaan ke drainase warga.
"Kami sudah minta perusahaan untuk membersihkan parit depan ( drainase*red ) itu. Bersihkan, dalamkan lagi, karena apa? Kalau terjadi pendangkalan, mau itu karena lumpur atau apa, kalau dia ( drainase*red ) dangkal kan bisa banjir. Diangkat lagi, keruk ( gali*red ) ke atas dan bersihkan paritnya dari gulma atau tanaman - tanaman rumput itu," kata Ardayani kepada awak media saat ditemui diruangan kerjanya, Selasa, ( 28/17 )
Perusahaan diminta membersihkan drainase dikarenakan saluran air tersebut terjadi pendangkalan. Bahkan, jika hujan turun dan dalam hitungan beberapa jam saja, rumah warga sekitar mengalami banjir dan air hujan memasuki rumah warga.
Beberapa waktu lalu Kabid Pengawasan Badan Lingkungan Hidup ( BLH ) Siak yang dikenal dengan keramahannya ini sempat melakukan tinjauan ( sidak*red ) ke perusahaan yang berada di Kampung Pinang Sebatang Timur.
"Dulu kami pernah melakukan kunjungan ke sana, waktu itu kami menemukan pupuk yang sudah kadarluarsa ( expired*red ). Jadi kami minta, mana pupuk yang kadaluarsa atau yang sudah tidak terpakai lagi ditutup dan dipindahkan di dalam gudang agar tidak terbawa air di saat hujan dan mengalir ke drainase," ungkapnya, selasa, ( 28/17 ).( HRS )