TUALANG, seputarriau.co - Bagi petani sawit ini merupakan keuntungan bagi mereka, dengan harga jual yang tinggi tidak menutup kemungkinan petani merasa senang dengan keberhasilan panen buah sawit mereka. Dengan harga jual tinggi petani merasa buah sawit mereka terancam, bukan karena hama apa lagi kebakaran lahan sawit mereka.
Yang menjadi kekwatiran petani saat ini adalah pencurian buah sawit oleh orang - orang yang mencari kesempatan ketika petani tidak berada di kebun mereka. Harga yang tinggi sekitar ± Rp 2000/kg tidak menutup kemungkinan pula bagi orang - orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencurinya. Aksi yang dilakukan oleh pelaku pencurian ini juga sangat meresahkan petani sawit itu sendiri.
Terkait aksi pencurian yang biasa dilakukan oleh seseorang atau yang lebih dikenal dengan ” Ninja Sawit “ beberapa waktu lalu di Kampung Pinang Sebatang Barat. Pelaku pencurian tidak segan - segan untuk memanen buah sawit yang bukan miliknya untuk dijual kepada toke sawit. Apalagi ada kabar yang berkembang beberapa waktu yang lalu di Kampung Tualang Timur yang diduga juga aksi pencurian yang dilakukan oleh ” Ninja Sawit “.
Maraknya pencurian tandan buah sawit ini menjadi fenomena tersendiri dikalangan petani sawit, pelaku pencurian tandan buah sawit pun tidak mengenal waktu, ada kesempatan disitu pula lah pelaku pencurian beraksi untuk mencuri tandan buah sawit yang bukan miliknya.
"Kejahatan bukan ada niat si pelaku, tetapi karena ada kesempatan, waspadalah, waspadalah, waspadalah." dilansir dari pesan bang napi disalah satu program berita di Stasiun Televisi Swasta yang pernah disiarkan dulu.( HRS )