Riau

Polsek Tembilahan Hulu Berhasil Bekuk diduga Pelaku Pembunuhan Berencana

PULAU PALAS, seputarriau.co - Pengakuan Kurdi orang tua Sri Wahyuni bin Kurdi (23 tahun) warga Desa Pulau Palas didepan pintu masuk ruang ICU RSUD Puri Husada Tembilahan kepada awak media, akui anaknya Sri Wahyuni dianiaya dengan dipukul dan dicekik  dirumah kediama Korban, Tidak Hanya Penganiayaan Namun Kurdi Juga Akui adanya  pisau sepanjang 30 Cm ada ditangan Yudi (menantu). khawatir pisau tersebut digunakan untuk mengancam, Kurdi melempar Yudi  dengan kayu namun lemparan tersebut tidak menghentikan perbuatan beringas Yudi.  Yudi Pribadi tetap mencekik Sri Wahyuni, Upaya Kurdi sia-sia saat mengambil kayu lagi  keluar rumah untuk menghentikan yudi, kurdi lihat Sri Wahyuni sudah terbaring karena ditikam bagian bawah dada dan terus mengeluarkan darah, sementara Yudi sudah melarikan diri. 
 
Sri Wahyuni dilarikan ke ICU RSUD Puri Husada Tembilahan. Namun Tuhan berkata Lain, Meskipun Pihak Rumah Sakit sudah berupaya selama 11 hari Sri Wahyuni menghembuskan napas terakhir pada hari Minggu tanggal 15 Januari 2017 sekira jam 18.30 WIB. Jenazah dibawah Ke rumah duka  di Jalan Inpres RT : 17 RW: 07 Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir. 
 
Ditempat Yang berbeda Pemburu Berita seputarriau mengkonfirmasi kasus Penganiayaan kepada POLSEK Tembilahan Hulu melalui Kanit Serse, AIPDA Andi Aceh Terangkan Korban Penganiayaan hingga menyebabkan kematian Sri Wahyuni bin Kurdi (23 tahun) yang memiliki 1 Orang anak terangkan berdasarkan informasi dari orang tua korban, Kurdi. bahwa sebelum kejadian pada hari Kamis tanggal 05 Januari 2017 lalu sekitar jam 12.30 Yudi Pribadi membangunkan  Sri Wahyuni sedang tidur secara paksa dan menarik rambutnya serta menginjak- injak tubuh korban, lalu ditarik menuju pintu kebelakang Rumah. Mendengar keributan tersebut Kurdi mertuanya langsung mengambil kayu dan melemparkan mengenai kepala Yudi Pribadi. Kurdi mertuanya ketika mengambil kembali kayu keluar rumah,  Yudi Pribadi sudah melarikan diri kekebun dan menghilang. Pada saat datang ketempat kejadian pertengaran dibelakang rumah, kaget melihat Sri Wahyuni sudah bersimbah darah dan usus terurai keluar, akhirnya tetanggapun berdatangan. Kemudian datang ketempat kejadian perkara Kanit Serse AIPDA Andi Aceh dan KAPOLPOS Brigadir Nurfajri Desa Pulau Palas dan langsung dibawa ke ruang ICU RSUD Puri Husada Tembilahan.  
       
Berkat kesigapan jajaran POLSEK Tembilahan Hulu, akhirnya Yudi Pribadi diduga pelaku pembunuhan berencana Sri Wahyuni isterinya di Desa Sei Lokan Kecamatan Enok Jalan Lintas Enok setelah keluar dari Mesjid ditangkap dan dibawa ke MAPOLSEK Tembilahan Hulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Menurut keterangan pelaku pisau yang digunkaan untuk menikam Sri Wahyuni pisau bayonet, namun barang bukti belum ditemukan.  Motivasi Yudi Pribadi melakukan perbuatan tersebut karena cemburu dan keadaan ekonomi serta tidak ada pekerjaan.
(Sani Hidayat/ Shalehuddin P.)