PEKANBARU, seputarriau.co – Visi dan Misi Riau 2005 – 2025 berbunyi teruwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera, Lahir dan Batin, di Asia Tenggara tahun 2020.
Salah satu Yang dikembangkan dan dipromosikan adalah pariwisata Riau, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) pemerintah provinsi (pemprov) Riau telah menggelar peluncuran (launching) pariwisata “Riau Menyapa Dunia” yang dilaksanakan di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona Kementrian Pariwisata, beberapa bulan yang lalu, jum’at (27/6).
The Homeland of Melayu, merupakan Tigline Melayu Riau, yang bermakna Tanah Tumpah Darah Melayu” menjadi ruh dalam membangun negeri Melayu yang bertamaddun, bermarwah dan bermartabat.
Peran industri pariwisata nantinya mempengaruhi perkembangan pariwisata berpotensi besar untuk mengurangi defisit neraca perdagangan jasa, jumlah inbound meningkat lebih tinggi dibanding outbound, pengeluaran wisman sebagian besar untuk keperluan hotel dan akomodasi dan perlu upaya peningkatan promosi untuk komoditas lain yang memiliki multiplier effect besar terhadap perekonomian seperti souvenir dan produk industri nonmakanan.
Pariwisata mempengaruhi ekonomi masyarakat dengan effect langsung pada saat wisatawan membeli barang dan jasa tentunya wisatawan akan mengalokasikan biaya pengeluaran transportasi, akomodasi, dan rekreasi wisaa dari sini akan terlihat keuntungan yang akan diraih untuk peningkatan ekonomi masyarakat . Yaitu meningkatkan permintaan barang dan jasa, meningkaatkan produksi barang dan jasa, meningkatkan balas jasa dan keuntungan, jumlah tenaga kerja, meningkatkan pendapatan rumah tangga perusahaan, dan pemerintah, serta meningkatkan tabungan dan investasi (akan meningkatkan permintaan barang dan jasa pada periode berjalan dan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi pada periode berikutnya) serta pajak.
Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Paparkan, ”Tujuan kita Home The Land dan diramaikan dalam iven ini dalam rangka mempromosikan Provinsi Riau sebagai salah satu destinasi pariwisata Indonesia ke mancanegara khususnya Malaysia. Alhamdulillah respon mancanegara sangat baik dan mereka tertarik untuk berkunjung ke Riau,” urai Mantan Kepala Biro Humas Setdaprov Riau itu.
Sementara itu DPRD Provinsi Riau terus menggesa dan mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menuju kota Parwisata sesuai visi misi Riau 2020. Adapun dukungan tersebut berupa penambahan anggaran sesuai kebutuhan peningkatan promosi pariwisata Riau yang akan dibahas dalam APBD perubahan Riau 2016 mendatang. Menurut Ketua Komisi E DPRD Riau Masnur, selaku rekan kerja pemerintah yang membidangi Pariwisata Riau, pihaknya siap memberikan fasilitas untuk pengembangan pariwisata sesuai kebutuhan pemerintah. Diantaranya terkait penganggaran yang sebelumnya telah dikoordinasikan Pemprov Riau pada DPRD Riau.
Untuk peningkatan promosi wisata yang ada di Riau tersebut kata Masnur, Pemprov harus memperbanyak kegiatan-kegiatan Iven terkait pariwisata. Pasalnya melalui Iven itu sangat positif untuk meningkatkan promosi wisata di daerah. daitambahkan Masnur, “Untuk bisa membuat kegiatan Iven seprti Lombok tersebut, kita akan upayakan penambahan anggaran untuk pariwisata kita. Agar pariwisata Riau dengan cepat dikenal dan diketahui wisatawan, baik wisatawan lokal maupun macanegara,” kata Masnur.
Penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sudah bisa dikembangkan tidak hanya mengandalkan pada sektor migas saja yang saat ini mengalami penurunan. Masyarakat Provinsi Riau perlu bersyukur dengan langkah maju dan berani dari kebijakan yang diambil oleh Guberbur Riau sebagai pemangku kekuasaan tertinggi di Riau.
(MN/ ADV Humas Pemprov Riau)