Riau

Geger, WNA India Ditemukan Tewas Dikamar Hotel Grand Zury Duri

MANDAU, seputarriau.co - Geger, ditemukan seorang warga negara India SR (61)  di salah satu kamar 6202 hotel Grand Zury di jalan Hang Tuah, Kelurahna Babussalam Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 07.15 WIB.

Korban tersebut diketahui bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak dibidang listrik di PLTMG Balai Pungut Kecamatan Pinggir

Menurut keterangan dari pihak kepolisian peristiwa tersebut pada Pukul 06.48 Wib salah satu rekan korban mencoba melakukan chat dan telpon sebanyak lima kali namun tidak ada direspon dari korban korban sama sekali.

Sekitar Pukul 06.50 Wib rekan korban mencoba untuk menjemput sesuai jadwal, namun saat membuka pintu secara manual korban ditemukan terbaring telentang di atas kasur dengan sebagian tubuh tertutup selimut. Kondisi tubuh korban dilaporkan sudah dingin dan tidak menunjukkan respon.

Atas kejadian yang tak terduga tersebut pihak hotel menghubungi RS. Thursina untuk meminta ambulance, pada pukul 07.30 Wib korban tiba di RS Tursina guna melakukan pemeriksaan awal.

Sekitar pukul 09.15 Wib Polsek Mandau baru mendapat laporan kejadian dan Petugas yang terdiri dari personel SPKT, Reskrim, dan Intelijen kemudian mendatangi lokasi kejadian serta Rumah Sakit Thursina untuk melakukan pemeriksaan.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek Saradahtam Bendesa membenarkan adanya penemuan jenazah dan telah dievakuasi ke RS Tursina guna dilakukan proses, ujarnya.

Dalam laporan tersebut, petugas juga mencatat adanya obat jenis febuxostat di kamar korban. Namun, keberadaan obat tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian.

Sekitar pukul 11.00 Wib, jenazah korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kecamatan Mandau untuk di formalin dan pengurusan administrasi kepulangan ke India karena atas permintaan Pihak perusahaan.

Dan pihak RSUD Mandau mengeluarkan surat Keterangan Kematian Tertanggal 13 October 2026 yang ditanda tangani dr. Wesly Pardomuan Rambe dengan kesimpulan *pada jenazah laki-laki ditemukan lebam mayat pada area tubuh bagian belakang yang hilang timbul pasa saat penekanan, tidak ditemukan patah tulang, untuk penyebab kematian pada jenazah tidak dapat dipastikan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam (autopsi dalam).

Pihak berwenang diharapkan dapat memastikan seluruh proses penanganan dan administrasi berjalan sesuai ketentuan, termasuk koordinasi yang diperlukan terkait pemulangan jenazah ke negara asal korban.

Dew