Petik Inovasi dan Jaringan Baru

Tingkatkan Kapasitas KWT, PPL Limbungan Baru Rumbai Boyong Ibu-Ibu Studi Banding ke Sumbar

PEKANBARU, http://seputarriau.co — Upaya meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Pekanbaru terus dilakukan. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Rudi, membawa dua KWT binaannya untuk melakukan studi banding ke Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 19 dan 20 September 2026 tersebut diikuti oleh KWT Cempaka Putih dan KWT Karunia Jaya.

Rudi mengatakan, studi banding ini bertujuan untuk menambah wawasan pertanian, khususnya dalam pengelolaan pekarangan, inovasi olahan pangan, dan penguatan kelembagaan kelompok.

"Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Kita ingin ibu-ibu KWT tidak hanya aktif di kebun, tapi juga mendapat inspirasi baru, melihat langsung praktik budidaya di daerah lain yang sudah maju," ujar Rudi kepada http://seputarriau.co, Senin (22/9/2026).

Selama di Sumatera Barat, rombongan KWT diajak mengunjungi sejumlah lokasi inspiratif di Kabupaten Tanah Datar.

Adapun rangkaiannya meliputi kunjungan ke lokasi Usaha Keripik Anugerah binaan BPP Sungayang, melakukan penanaman padi bersama kelompok tani di BPP Sungayang, serta penanaman cabai dan tomat bersama petani di BPP Sungai Tarab.

Tidak hanya itu, peserta juga diajak belajar konsep agrowisata saat berkunjung ke Wisata Kebun Jeruk Pak Pilan di Kabupaten Tanah Datar, di mana pengunjung bisa memilih dan memetik jeruk langsung dari pohonnya.

Puncak kegiatan ditandai dengan silaturahmi KWT Cempaka Putih dan Karunia Jaya dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, Bapak Wel Embra, SP beserta jajaran di BPP Sungai Tarab.

Rudi menjelaskan, ada enam manfaat utama yang diharapkan dari studi banding ini.

"Pertama menambah wawasan dan pengetahuan teknologi tepat guna. Kedua, mendorong inovasi produk olahan pangan. Ketiga, meningkatkan produktivitas hasil kebun. Keempat, penguatan kelembagaan dan program kerja. Kelima, memperluas jaringan dengan KWT lain dan pasar potensial. Dan keenam, membangkitkan motivasi dan kekompakan anggota," jelasnya.

Ia berharap output utama dari kegiatan ini dapat diimplementasikan di Pekanbaru, terutama terkait inovasi pemanfaatan lahan pekarangan produktif yang dikombinasikan dengan konsep wisata edukasi seperti yang dilihat di Tanah Datar.

"Semoga dengan studi banding ini, KWT Cempaka Putih dan KWT Karunia Jaya mendapatkan manfaat dan nilai-nilai positif untuk masa depannya, dan bisa menjadi contoh bagi KWT lainnya di Kota Pekanbaru," pungkas Rudi.

(MN)