TELUK KUANTAN, seputarriau.co -Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau menggelar kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan lubang resapan biopori kepada masyarakat dan para siswa di SD Negeri 002 Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi.
Ketua Kelompok Kukerta Universitas Riau Desa Pulau Komang yaitu Alvin Andriansyah
kepada seputarriau.co, Selasa (14/7/2026). Menjelaskan bahwa program ini merupakan upayameningkatkan kesadaran lingkungan untuk memberikan solusi praktis dalam penanganan sampah organik dan pencegahan genangan air secara terstruktur dan berkelanjutan.
Program edukasi biopori tersebut dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan terpadu yang meliputi penyampaian materi sosialisasi mengenai apa itu biopori, manfaat biopori, edukasi dalam memilah sampah organik dan anorganik, demonstrasi dan praktik pembuatan biopori secara langsung di area sekolah serta pemukiman warga, hingga penyerahan bantuan fasilitas
tong sampah organik dan anorganik kepada pihak sekolah dasar.
"Kegiatan ini dilatarbelakangi karena masih minimnya pemanfaatan teknologi ramah
lingkungan yang sederhana oleh masyarakat di wilayah pedesaan, khususnya dalam memilah sampah organik dan mengelola resapan air tanah, yang dampaknya terasa saat musim hujan
tiba," ujar Alvin.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Kukerta mengajak masyarakat dan para siswa SDN 002 Desa Pulau Komang untuk mengidentifikasi titik-titik rawan genangan air di lingkungan sekitar. Data lokasi tersebut menjadi dasar dalam merancang letak pembuatan lubang biopori
agar memberikan hasil yang optimal.
Selain menjelaskan materi sosialisasi, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai cara kerja biopori dalam mengubah sampah dapur dan daun kering menjadi kompos alami.
Pendampingan dan praktik dilakukan secara partisipatif agar warga dan para siswa mampu mempraktikkan serta merawat lubang biopori tersebut secara mandiri.
"Sebagai bagian dari pendekatan berbasis keberlanjutan, mahasiswa Kukerta memberikan pendampingan langsung dari proses pengeboran tanah, pemasangan pipa, hingga pengisian sampah organik," tutur Alvin.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan pemahaman warga serta siswa, khususnya terkait efektivitas biopori dalam menyerap air hujan dan menjaga kesuburan tanah sekitar. Alvin bersama anggota mahasiswa Kukerta lainnya menyampaikan bahwa pelibatan elemen masyarakat dan institusi pendidikan sekolah dasar menjadi elemen penting dalam suksesnya pelaksanaan program.
Sebagai implementasi konkret, mahasiswa Kukerta bersama warga dan siswa SDN 002 Pulau Komang secara bergotong-royong berhasil membuat titik lubang resapan biopori di area pekarangan sekolah dan fasilitas umum desa. Perwakilan Kepala desa Pulau Komang, Arfizon, S.Sos, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program kerja yang diusung oleh mahasiswa tersebut.
“Saya mendukung kegiatan mahasiswa Kukerta UNRI karena sesuai dengan kondisi
lingkungan desa Pulau Komang yang mana masyarakatnya kebanyakan memiliki ternak hewan dan kebun sayuran. Edukasi biopori ini sangat bermanfaat bagi warga untuk mengolah kotoran hewan ternak menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman, serta memanfaatkan
sampah organik rumah tangga,” ujar Arfizon, S.Sos.
“Kami sangat mengapresiasi pembuatan lubang biopori di area sekolah. Ini menjadi media pembelajaran yang sangat baik bagi anak-anak untuk memahami pengelolaan sampah organik dan anorganik. Sekarang siswa SDN 002 tidak hanya paham teorinya, tetapi juga ikut merawat dan mempraktikkannya langsung di sekolah,” tutur Hasnidianti, S.Pd.