Riau

Lawan Panasnya Kebun Sawit, KUKERTA UNRI Tebing Tinggi Ajak Warga Tanam Pohon

TEBING TINGGI, seputarriau.co  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau melaksanakan program kerja bertajuk Penanaman Bibit dalam Rangka Penghijauan dan Pelestarian Lingkungan Desa Tebing Tinggi di Rumah Tahfidz Baitul Rusydi, Sabtu (18/7).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penghijauan serta pelestarian lingkungan di Desa Tebing Tinggi. Rumah Tahfidz Baitul Rusydi disahkan pada tahun 
2025 oleh Bapak Ustadz Abdul Somad dan Bupati Kuantan Singingi yang sebelumnya hanya dikelilingi rumput liar.

Sebanyak 60 bibit tanaman ditanam pada kegiatan tersebut, yang terdiri atas 20 bibit kemiri, 20 bibit durian, dan 20 bibit jengkol. Penanaman dilakukan bersama oleh mahasiswa Kukerta, 
pemerintah desa, pengurus rumah tahfidz, masyarakat serta tamu undangan sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Tebing Tinggi, Bapak Andrisman. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa 
kesadaran masyarakat terhadap penghijauan masih perlu ditingkatkan.

"Desa Tebing Tinggi masih minim akan kesadaran terkait penghijauan. Mudah-mudahan 
program kerja ini bisa membantu meningkatkan kesadaran penghijauan pada masyarakat Desa Tebing Tinggi. Apalagi mengingat di desa ini banyak perkebunan sawit, sedangkan 
sawit membuat lingkungan terasa lebih panas," ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Rumah Tahfidz Baitul Rusydi, Bapak Hardenis. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Tebing Tinggi dan kontribusi mahasiswa Kukerta 
Universitas Riau dalam mewujudkan program penghijauan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa yang selalu mendukung kegiatan 
sosial di Desa Tebing Tinggi, serta kepada mahasiswa Kukerta yang telah menggagas program penanaman dan penghijauan ini. Terima kasih juga karena Rumah Tahfidz Baitul Rusydi dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan. Program ini sejalan dengan program pemerintah dan juga mendukung program Kementerian Agama melalui penguatan nilai-nilai ekologi dalam kegiatan keagamaan," ungkapnya.

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bibit secarae simbolis kepada pihak Rumah Tahfidz Baitul Rusydi, kemudian seluruh tamu undangan bersama-sama melakukan 
penanaman bibit di area rumah tahfidz.

Melalui program ini, mahasiswa Kukerta Universitas Riau berharap penanaman pohon tidak hanya memberikan manfaat ekologi dalam jangka panjang, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga Desa Tebing Tinggi menjadi desa yang lebih hijau, asri, dan berkelanjutan.

Dew