Jakarta, seputarriau-co - Memperingati Hari Tani Nasional (HTN) ke-65, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) sebagai organiasi yang menghimpun petani, nelayan, masyarakat adat, dan masyarakat korban penggusuran akan menggelar aksi di depan Istana Negara. Aksi ini direcanakan akan dimulai dari titik Stasiun Gambir selanjutnya menuju Keudataan Besar Amerika dan berakhir di Depan Istana Negara.
Dalam momentum HTN kali ini, AGRA mengusung tema:
“Tidak Ada Kedaulatan Pangan Tanpa Reforma Agraria Sejati, Rebut Kembali Kedaulatan, Lawan Perampas Tanah!”
Tema tersebut dipilih karena dianggap relevan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menargetkan program swasembada pangan. Namun, AGRA menilai kebijakan tersebut akan menemui jalan buntu karena tidak didasarkan pada pelaksanaan reforma agraria sejati.
“Kedaulatan pangan adalah mimpi di siang bolong jika tidak memastikan tersedianya tanah bagi kaum tani. Hanya melalui reforma agraria sejatilah tanah bisa diredistribusikan kepada petani sebagai alat produksi. Tanpa itu, swasembada pangan tidak mungkin terwujud,”.
Menurut AGRA, proyek food estate sebagai implementasi langkah. Swasembada Pangan Prabowo hanya akan semakin memperkuat monopoli tanah dan pangan oleh korporasi besar. Program tersebut menjauhkan petani dari tanahnya sendiri dan menempatkan kendali pangan sepenuhnya di tangan perusahaan-perusahaan raksasa.
Selain itu, AGRA mendesak pemerintah menghentikan Program Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang dilaksanakan Satgas PKH. Dalam praktiknya, program tersebut justru mengklaim lahan perkebunan dan pemukiman rakyat. Ironisnya, hasil penertiban tanah tidak digunakan untuk reforma agraria, melainkan dialihkan ke perusahaan monopoli baru seperti Agrinas.
AGRA juga menyoroti maraknya penggusuran paksa di perkotaan. Kasus-kasus seperti Kebon Sayur (Jakarta Barat), Sindang Panon, Bunder, Dadap (Tangerang), serta Suka Haji dan Dago Elos (Bandung) menjadi bukti nyata bahwa tata kota saat ini telah mengorbankan hak rakyat atas tempat tinggal.
“Tata kota seharusnya berpihak pada rakyat, bukan mengorbankan rakyat. Negara wajib menjamin hak rakyat atas tempat tinggal yang layak dan adil,”.
Dalam aksi ini, AGRA tidak bergerak sendiri. Sejumlah organisasi buruh dan mahasiswa turut bergabung, di antaranya GSBI, KBMI, SEPETAK, FMN, GMNI, BEM SI, serta BEM dari berbagai kampus seperti BEM KEMA UNPAD.
Selain aksi di Jakarta, AGRA juga mengoordinasikan aksi serentak di sedikitnya 16 kota di seluruh Indonesia.
?
Narahubung:
Saiful Wathoni – Sekretaris Jenderal AGRA
???? 0812-1966-9064