Riau

Kolaborasi PT. Karana Line dan KKP Dumai, Mahasiswa UNRI Diberi Akses Edukatif ke Kapal Tanker Asing

 

Dumai, Seputarriau.co  — Sebanyak 30 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau (UNRI) Pekanbaru yang sedang melakukan KKN berkunjung ke kapal tanker MT Global Apollon berbendera Panama yang tengah bersandar di Pelabuhan B Dumai. Kegiatan ini diinisiasi oleh Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Dumai dan didukung penuh oleh PT. Karana Line Cabang Dumai sebagai agen pelayaran kapal.

Kunjungan dilaksanakan selama dua hari, dengan sistem pembagian menjadi dua kloter. Kloter pertama berisi 15 mahasiswa yang berkunjung pada hari pertama, sementara kloter kedua dilaksanakan pada hari berikutnya dengan jumlah peserta yang sama. Setiap kloter didampingi oleh tiga petugas dari KKP Kelas I Dumai untuk memastikan kelancaran serta aspek keamanan dan edukasi selama kegiatan berlangsung.

Para mahasiswa tampak antusias menjelajahi seluruh bagian kapal, mulai dari ruang kemudi, dek utama, hingga area mesin. Mereka juga mendapatkan penjelasan langsung dari kru kapal serta agen pelayaran mengenai sistem operasional dan prosedur karantina internasional.

Abdi Chandra, salah satu petugas KKP Kelas I Dumai, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan peran strategis karantina kesehatan pelabuhan sebagai lini terdepan dalam pencegahan wabah dan penyakit menular dari luar negeri.

“Penting bagi calon dokter untuk memahami sistem ini sejak dini, karena sebagian dari mereka nantinya bisa saja bertugas di pelabuhan atau wilayah perbatasan sebagai tenaga kesehatan,” tambah Dodi, petugas KKP lainnya.

MT Global Apollon merupakan kapal tanker yang secara rutin bersandar di pelabuhan Dumai. Kapal ini dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Jepang, GMS Line Tokyo, dan membawa muatan produk turunan kelapa sawit (palm oil product) untuk diekspor ke China dan India. Dalam aktivitas pelabuhan, kapal ini diageni oleh PT. Karana Line Cabang Dumai.

Edoo Wijaya, Kepala Cabang PT. Karana Line Dumai, menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan edukatif lintas sektor ini. Ia berharap kolaborasi antara dunia pendidikan, institusi pemerintah, dan pelaku industri maritim terus diperkuat.

“Kami menyambut baik kegiatan seperti ini sebagai bentuk sinergi positif. Harapannya, ke depan akan tercipta hubungan kerja yang lebih erat antara instansi terkait dan perusahaan keagenan kapal, demi mendukung pelabuhan yang sehat dan profesional,” ujar Edoo Wijaya.

Kegiatan ini menjadi pengalaman langsung yang memperluas wawasan para mahasiswa kedokteran mengenai peran vital sektor kesehatan di wilayah pelabuhan internasional. Selain menambah pengetahuan, kunjungan ini juga membuka peluang kolaborasi antar-lembaga dalam peningkatan kapasitas SDM di bidang kesehatan maritim.

Laporan: Eva