Nasional

Kemensos : Banyaknya Jumlah Lansia, Menambah Beban Ekonomi dan Sosial

JAKARTA, seputarriau.co -Jumlah masyarakat dengan usia lanjut di Indonesia setiap tahunnya tetus meningkat. Masalah penuaan seringkali dihubungkan dengan bom waktu, karena nantinya dapat menimbulkan gejolak bila tidak ditangani secara nyata.
 
"Kami akan menghadapi demografi Indonesia yang mengalami penuaan. Kajian menjadi sangat penting dengan melakukan mempelajari berbagai situasi dan kondisi untuk Indonesia serta implikasi kebijakan," jelas Direktur Jenderal Jaminan dan Perlindungan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat, saat acara Live Long and Prosper di Pakarti Center, Jakarta Pusat, Senin (23/5/2016).
 
Permasalahan terkait penanganan lansia perlu dicermati. Berbagai aspek seperti kesejahteraan dan kesehatan juga perlu diperhatikan dengan baik. Hal ini telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
 
"Lansia perlu dijaga kesejahteraannya. Dalam RPJMN 2015-2019 mengatasi kemiskinan dan sosial termasuk lansia sudah menjadi perhatian pemerintah," kata Harry.
 
Peran pemerintah menjadi amat strategis dalam mengurangi beban lansia terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dikarenakan jumlah lansia yang tidak mendapatkan uang pensiun lebih besar dibandingkan mereka yang mendapatkan jaminan hari tua.
 
"Kebanyakan lansia dari keluarga miskin dan tinggal dengan anaknya cukup menjadi beban. Ini lansia informal sedangkan hanya sebagian kecil lansia formal yang mendapat pensiun," tutup Harry.
 
 
(IS/dtc)