PEKANBARU, seputarriau.co - Ibu muda berinisial SW (21) terpaksa dilaporkan ke Polresta Pekanbaru-Riau, karena diduga telah mentelantarkan bayinya yang baru saja lahir di Klinik Pratama Alvarobeth Medika, Senin (27/04/2016). Bayi dengan jenis kelamin perempuan itu, tinggalkan begitu saja di Klinik yang beralamat di Jalan Sekolah, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru oleh ibunya SW yang telah seminggu dilahirkannya, tepatnya pada, Kamis (14/04/2016) pagi.
Hal tersebut diutarakan oleh Sri Rezeki Rahayu (30) merupakan bidan yang telah membantu proses persalinan SW. Menurut Sri SW datang dengan kekasihnya, Selasa (05/04/2016) dalam kondisi telah pecah ketuban. Melihat kondisi tersebu kami langsung melakukan proses persalinan.
"Dia (SW) waktu itu datang dengan pacarnya pada hari Selasa (05/04/2016) namun dalam kondisi telah mengalami pecah ketuban. Karena melihat kondisi seperti itu, maka kami langsung memberikan pertolongan dengan melakukan proses persalinan," jelas Sri, Rabu (27/04/2016).
Lanjut Sri menjelaskan, setelah seminggu kemudian, tepatnya pada Kamis (14/04/2016) pada pukul 07.30 WIB, SW meminta tolong kepada salah seorang karyawan klinik, Ranti untuk bisa mengantarnya ke Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru.
"Ketika baru samapi di simpang Arengka I, tiba-tiba SW pergi begitu saja meninggalkan karyawan saya ini. Tidak lama kemudia SW menelfon saya menanyai kabar anaknya. Kemudian dia bilang menitip anaknya. Saat kita coba untuk menghubungi dia kembali, nomornya sudah tidak aktif, dan nomornyapun juga berbeda-beda" papar Sri.
Melihat SW tidak kuncung menjemput bayinya, maka pihak klinik mengambil langkah dan menyerahkan bayi malang tersebut kepada Dinas Sosial dan membuat laporan ke Mapolresta Pekanbaru.
Kanit PPA Satreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Josina Lambiombir SH, Rabu (27/4/2016), membenarkan adanya laporan terkait kasus dugaan penelantaran anak tersebut dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan.
"Laporan tersebut kami terima pada sore kemarin, dari penuturan si pelapor (Sri) orang tua ddari si bayi (SW) ini pergi begitu saja dengan meninggalkan anaknya. Dari informasi ini kita akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu dan kita akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial guna proses lebih lanjut," terang AKP Josina.
(IS/grc)